Petugas Kasar, Arogan dan Suka Pungli
Agustinus dan puluhan sopir melakukan aksi demonstrasi damai terkait pemberlakuan Perda Nomor 06 Tahun 2012 tentang kenaikan retribusi
POS KUPANG.COM, OELAMASI -- "Petugas sangat kasar, suka memaki, arogan juga suka pungli," kata Agustinus, salah satu sopir mobil ojek (pick up) trayek Kupang - Oelamasi, kepada Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, di Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, Senin (14/5/2012).
Agustinus dan puluhan sopir melakukan aksi demonstrasi damai terkait pemberlakuan Perda Nomor 06 Tahun 2012 tentang kenaikan retribusi terminal.
Kedatangan 65 sopir mobil ojek ke Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, mendapat pengawalan ketat dari aparat Polres Kupang. Para sopir mendelegasikan 14 orang untuk bertemu Bupati Kupang, Ayub Titu Eki.
Mereka akhirnya diterima langsung oleh Bupati Kupang, Ayub Titu Eki dan Wabup Victor Y. Tiran. Turut mendampingi Sekda Kupang, Drs. Hendrikus Paut, M.Pd, Kadis Perhubungan Kabupaten Kupang, Thom Sonbait, Kasatpol PP, Christ Koroh serta Kapolres Kupang, AKBP Drs. Mohammad Slamet, MM, MBA.
Akibat pelayanan yang buruk serta sikap arogan petugas, kata Agustinus, para sopir merasa tidak nyaman bekerja dan enggan masuk ke terminal. "Kadang pagi sudah tagih retribusi dan langsung dibayar. Siang lagi mereka tagih ulang. Itu namanya pungli," kata Agustinus dibenarkan para sopir lainnya.
Dalam bagian lain curhatnya, Agustinus mengungkapkan Perda Nomor 06 Tahun 2012 tentang kenaikan retribusi terminal dianggap sangat berat. "Retribusi yang semula Rp 3.000/mobil setiap harinya kini naik menjadi Rp 5.000/hari. Sudah begitu, kadang petugas pungli," katanya.
Menanggapi keluhan para sopir, Bupati Titu Eki meminta para sopir agar menulis identitas petugas yang berlaku kasar dan suka pungli. "Jika ada petugas yang kasar dan suka pungli, tolong catat namanya dan berikan kepada saya. Nanti akan dilakukan pembinaan terhadap petugas itu," tandas Titu Eki.
