Pekerjaan Jalan Kodiwuwu Macet
Pos Kupang - Senin, 14 Mei 2012 | 22:20 WITA
Berita Terkait
Laporan Wartawan Pos Kupang, Servan Mammilianus
POS KUPANG.COM, MBAY -- Pekerjaan pembangunan jalan baru dari Kodiwuwu sampai Wuji, di Desa Pautola Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo, sudah macet atau tidak dilanjutkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo.
Pembukaan jalan baru itu dimulai pada sekitar tahun 2010 lalu, namun setelah itu dilepas begitu saja sampai saat ini. Panjang jalan itu bila dikerjakan semua bisa sekitar 6 kilo meter. Namun yang sudah dibuka baru sekitar 2 kilo meter.
Kondisi tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Pautola,Vinsensius Ngara, saat ditemui di Mbay pada Hari Jumat (11/5/2012). Pada kesempatan itu dia didampingi oleh Kepala Urusan (Kaur) Pemerintah Desa, Salvius Aja.
"Pembukaan ruas jalan baru itu, yakni dari Kodiwuwu sampai Wuji, sempat dikerjakan pada tahun 2010 lalu. Tetapi sampai sekarang tidak dilanjut lagi. Pada hal sudah banyak tanaman milik warga yang menjadi korban saat pekerjaan itu dilakukan," kata Vinsensius.
Dia menambahkan, kalau karena alasannya adalah kawasan hutan, kenapa tidak dipikirkan sejak awal. Di sekitar daerah itu kata dia, banyak terdapat tanaman kelapa milik warga sehingga butuh penjelasan lebih lanjut dari pemerintah bila itu tergolong sebagai kawasan hutan.
Selain itu, dia meminta agar dilakukan perbaikan pada ruas jalan dari Desa Ladolima menuju Desa Koba, yang melewati desanya. Ruas jalan sepanjang sekitar 7 kilo meter itu kata dia sudah berlubang-lubang dan sulit dilewati kendaraan.
Kondisi terparah kata Vinsensius, terdapat di Jembatan Kolatolo. Bila dibiarkan terus, ruas jalan di jembatan itu kata dia bisa putus. Ruas jalan tersebut menurutnya pernah diaspal sekitar tahun 1993 dan sampai sekarang tidak diperhatikan lagi.
POS KUPANG.COM, MBAY -- Pekerjaan pembangunan jalan baru dari Kodiwuwu sampai Wuji, di Desa Pautola Kecamatan Keo Tengah Kabupaten Nagekeo, sudah macet atau tidak dilanjutkan lagi oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo.
Pembukaan jalan baru itu dimulai pada sekitar tahun 2010 lalu, namun setelah itu dilepas begitu saja sampai saat ini. Panjang jalan itu bila dikerjakan semua bisa sekitar 6 kilo meter. Namun yang sudah dibuka baru sekitar 2 kilo meter.
Kondisi tersebut dikatakan oleh Kepala Desa Pautola,Vinsensius Ngara, saat ditemui di Mbay pada Hari Jumat (11/5/2012). Pada kesempatan itu dia didampingi oleh Kepala Urusan (Kaur) Pemerintah Desa, Salvius Aja.
"Pembukaan ruas jalan baru itu, yakni dari Kodiwuwu sampai Wuji, sempat dikerjakan pada tahun 2010 lalu. Tetapi sampai sekarang tidak dilanjut lagi. Pada hal sudah banyak tanaman milik warga yang menjadi korban saat pekerjaan itu dilakukan," kata Vinsensius.
Dia menambahkan, kalau karena alasannya adalah kawasan hutan, kenapa tidak dipikirkan sejak awal. Di sekitar daerah itu kata dia, banyak terdapat tanaman kelapa milik warga sehingga butuh penjelasan lebih lanjut dari pemerintah bila itu tergolong sebagai kawasan hutan.
Selain itu, dia meminta agar dilakukan perbaikan pada ruas jalan dari Desa Ladolima menuju Desa Koba, yang melewati desanya. Ruas jalan sepanjang sekitar 7 kilo meter itu kata dia sudah berlubang-lubang dan sulit dilewati kendaraan.
Kondisi terparah kata Vinsensius, terdapat di Jembatan Kolatolo. Bila dibiarkan terus, ruas jalan di jembatan itu kata dia bisa putus. Ruas jalan tersebut menurutnya pernah diaspal sekitar tahun 1993 dan sampai sekarang tidak diperhatikan lagi.
Editor : alfred_dama
Sumber : Pos Kupang