Rabu, 10 Juni 2026

Giovanni 94 Merajut Persaudaraan

Tawa dan canda mewarnai kegiatan beberapa orang yang sedang menanam dan merawat tanaman di Jalan Frans Seda Kupang

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Giovanni 94 Merajut Persaudaraan - Giovanni01.jpg
POS KUPANG/ALFRED DAMA
GIOVANNI 94 --- Para alumni SMAK Giovanni pose bersama di sela merawat tanaman di kawasan Jalan Frans Seda, Kupang, Jumat (4/5/2012).
POS KUPANG.COM -- Tawa dan canda mewarnai kegiatan beberapa orang yang sedang menanam dan merawat tanaman di sekitar boulevar Jalan Frans Seda Kupang, Jumat (6/5/2012) lalu. Mereka merupakan bagian dari para alumni SMAK Giovanni Kupang.

Sore itu,  para alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni SMAK Giovanni tahun 1994 ini tengah membersihkan dan merawat anakan pohon yang ditanam di kawasan itu. Tidak banyak pohon yang ditanam, namun mereka beretekad bahwa pohon-pohon yang ditanam itu harus bertmbuh menjadi besar dan rindang seiring bertambahnya usia komunitas ini. Dan, pohon-pohon angsana tersebut nantinya menjadi titik awal berkumpulnya kembali para alumnia SMAK Giovanni tahun 1994.

Beberapa dari mereka yang ditemui di sela aktivitas di tempat itu, mengatakan aksi menanam yang dilakukan beberapa waktu lalu merupakan tahap awal dari berbagai kegiatan sosial yang akan dilalakukan oleh komunitas ini. Mereka sendiri telah berencana untuk melakukan berbagai aktivitas sosial.

Berbagai kegiatan sosial tentunya bertujuan agar mereka bisa berkumpul. "Tahap awal, kita menanam pohon dulu. Selanjutnya ada kegiatan-kegiatan sosial  akan kita rencanakan," jelas ketua sementara Ikatan Alumni SMAK Giovanni angkatan 1994, Fransiska Desiana.

Wanita yang biasa dipanggil Ningsi ini mengatakan, ikatan ini terbentuk agar menghimpun kembali semua lulusan SMK Giovani tahun 1994. Jumlah lulusan sekitar 150 orang, namun yang sementara tergabung dalam kumpulan ini sekitar 50 orang. "Teman-teman banyak yang keluar, ada di berbagai daerah di Indonesia bahkan ada juga yang di Luar Negeri, jadi tidak semuanya bisa bergabung," jelasnya.

Aksi menanam gaharu kali ini merupakan aksi awal, ada tujuan besar dari sesama eks anak-anak Givans ini yaitu ikut meramaikan Pesta Emas SMAK Giovanni bulan September 2012 nanti. "Kita juga bersiap untuk merayakan Pesta Emas almamater tercinta, jadi persiapan mulai sekarang," jelasnya.


Apapun yang mereka lakukan, para lulusan ini merupakan ini telah membentuk suatu komunitas baru. Kesamaan latar belakang sebagau lulusan SMAK Giovanni menjadikan mereka bersatu membangun tali persaudaraan. Meski saat ini mereka sudah bergerak dalam berbagai bidang profesi, namun keterikatan sebagai orang-orang yang yang pernah bersama belajar di satu sekolah telah mengikat mereka dalam suatu komunitas.

Dan, aksi menanam gaharu tersebut merupakan langka awal bersama untuk mendekatkan kembali para lulusan dan memanggil teman-teman mereka yang belum mengetahui kabar tentang bersatunya kembali anak-anak SMAK Giovanni ini.

Berawal dari 5 Orang
TIDAK ada yang merencanakan untuk membentuk organisasi alumni ini. Semuanya berjalan seadanya hingga organisi ini terbentuk.

Komunitas ini berawal dari lima orang masing-masing Seto, Wilfrid, Carlo, Marlina dan Selfy. Dari sekedar pertemuan layaknya perjumpaan sesama teman pada 7 Februari lalu dan muncul ide untuk membentuk komunitas yang dinamakan Ikatan Alumni SMAK Giovanni Tahun 1994.

Ibarat gayung bersambut, rekan-rekan lain yang mendengar informasi ini pun langsung tertari dan ikut bergabung dalam organisasi ini. "Sebenarnya tidak ada rencana khusus, ini hanya bertemu, bincang-bincang lalu muncul ide ini. Jadi kita mulai berkumpul dan membentuk organisasi ini," jelas Ningsi.

Dan, dari situlah motivasi tinggi untuk menghimpun semua teman-teman dalam wadah ini semakin kuat. Tujuan mereka selain membangun kembali tali persaudaraan di antara mereka, dengan organisasi ini diharapkan juga bisa memberikan nilai positif bagi almamater tercinta.

Mereka belum membahas secara khusus bantuan apa yang bakal diberikan namun sudah ada keinginan bahwa pada Perayaan Pesta Emas nanti, para lulusan tahun 1994 ini ingin memberikan sesuatu bagi almamater.

Ningsi menjelaskan, anggota komunitas ini telah memiliki jadwal pertemuan tetap yaitu setiap Sabtu sore di lantai dua Toko Gallery di Kawasan Kuanino Kupang. Pertemuan rutin tersebut bukan merupakan pertemuan formal, namun dalam pertemuan itu berbagai hal dibicarakan dalam suasana canda dan tawa.

"Kita sering bertemu dan membicara banyak hal, mulai dari masalah kita hingga hal-hal yang berbau politik. Pokoknya kita saling berbagi. Dan, dalam pertemuan itu kita merencanakan berbagai agenda kegiatan ini. Ini juga merupakan kangen- kangenan antara kita juga," jelasnya.

Meski aktivitas kelompok ini sudah berjalan, namun komunitas ini secara resmi belum dikukuhkan. Meski demikian, semua agenda kerja yang dilaksanakan secara informal tetap berjalan. Ini terjadi karena setiap anggota tetap merasa bagian dari organisasi ini atau mereka memang membutuhkan wadah ini.  (alf)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved