• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Pos Kupang

Pansek PN Kefamenanu Pinjamkan Uang Barang Bukti

Rabu, 9 Mei 2012 20:20 WITA
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, KUPANG
-- Panitera Sekretaris (pansek) Pengadilan Negeri (PN) Kefamenanu, Paulus Faot, S.H meminjamkan uang barang bukti kepada sejumlah pihak. Uang tersebut ada pula yang digunakan untuk kepentingan pribadi.

Hal ini terungkap dalam sidang perdana kasus penyalahgunaan uang barang bukti pada PN Kefamenanu di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (8/5/2012).

Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan ini dipimpin majelis hakim Khairulludin, S.H dengan anggota Agus Komarudin, S.H dan Anshory Syaifudin, S.H didampingi Panitera Pengganti, Emilya Rohi Kana, S.H. Jaksa Penuntut Umum (JPU), Frangky Radja, S.H.Sementara terdakwa Paulus Faot didampingi penasehat hukum, Luis Balun, S.H.

Dalam dakwaan yang dibacakan Frangky Radja mengatakan, terdakwa menyalahgunakan barang bukti yang dititip di PN Kefamenanu sebesar Rp 187.500.000. Dari uang itu, antara Mei 2011 hingga September 2011, terdakwa meminjamkan uang tersebut kepada sejumlah pihak sehingga total uang yang dipinjamkan oleh terdakwa Rp 113.400.000.

Dana sebagai barang titipan di PN Kefamenanu itu merupakan barang bukti sitaan jaksa dalam kasus dugaan korupsi Dana Penguatan Desentralisasi Fiskal dan Percepatan Pembangunan Daerah (DPDF-PPD) pada Dinas Pertanian  dan Perkebunan Kabupaten TTU.

Perbuatan terdakwa menguntungkan diri sendiri dan atau setidak-tidaknya orang lain yaitu Nimrod Bekuliu, Ketut, Alo Cung, Igansius Tamonob dan Simon Rera.

Perbuatan terdakwa telah menggelapkan uang barang bukti sehingga diancam pidana Pasal 8 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas