Bentrokan di Kefamenanu
Polisi Lepas Tembakan Mengenai Perempuan
Pada kericuhan itu, tiga aparat dan satu demonstran terluka
Aksi ini untuk menuntut KPU TTU segera melakukan eksekusi Surat Keputusan (SK) KPU TTU Nomor: 18 dan 19 tahun 2010 serta berita acara eksekusi dari dua putusan itu.
Pada kericuhan itu, tiga aparat dan satu demonstran terluka
Para pendukung Ferdy Meol-Saijo Dominikus yang bergabung dengan masa dari Gerakan Rakyat Peduli Demokrasi dan Keadilan (Garda) TTU dan Masa lintas Partai Pendukung Presiden SBY-Budiono bentrok dengan aparat kepolisian. Tiga aparat kepolisian dan satu demonstran terluka dalam peristiwa bentrokan tersebut.(dea)
Bentrokan berawal dari aksi demonstran yang menerobos barisan blokade aparat kepolisian menggunakan truk. Truk yang semula digunakan demonstran sebagai panggung orasi tiba-tiba menerobos masuk ke Halaman Kantor KPUD TTU dan menabrak barisan aparat kepolisian.
Aksi nekad demonstran itu dibalas aparat kepolisian dengan pukulan serta tembakan gas air mata dan peluru karet. Tembakan peluru karet itu menyebabkan satu orang demonstran perempuan terluka.
Para korban yang terluka langsung dilarikan ke rumah sakit.
Bentrokan antara polisi dengan demonstran meluas karena di saat bersamaan ada lemparan batu dari arah rumah seorang warga bernama Ferdy Usboko yang letaknya tidak jauh dari Kantor KPU TTU.
Lemparan batu tersebut sempat mengenai aparat kepolisian. Aparat kepolisian yang sudah terpancing amarahnya langsung mengejar dan memukul para demonstran.
Para demonstran yang merasa tidak pernah melakukan pelemparan langsung menuju ke arah datangnya batu dan membalas aksi pelemparan dari dalam kompleks rumah warga tersebut. Aksi para demonstran baru mereda setelah aparat kepolisian turun tangan.
