PosKupang/

Buntut Pertikaian Antar Kampung, Korban Lapor Mabes Polri

Mereka mengadukan proses hukum yang terkatung-katung sejak April 2011 dan pelakunya bebas keliaran di kampung.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Tiga orang korban pembantaian dalam konflik berdarah asal Kampung Herokoe Kecamatan Satar Mese di  Kabupaten Manggarai mendatangi Propam Mabes Polri dan Komnas HAM di  Jakarta.

Mereka mengadukan proses hukum  yang terkatung-katung sejak April 2011  dan  pelakunya bebas keliaran  di kampung.

"Kami laporkan kinerja polisi yang tidak professional menerima pengaduan masyarakat. Para korban pembantaian sudah pernah diperiksa, tetapi kasusnya tidak pernah dilimpahkan sejak April 2011," tegas kuasa hukum korban  Pidentus Oscar, S.H, kepada Pos Kupang, Rabu   (25/4/2012) sekembalinya dari Jakarta.

Dia  bersama Ketua Cabang Serikat Petani Manggarai, Rafael Rabu mendampingi korban, Elias Bus, Hubertus Ngabur dan Mikael Bambor ke Propam Polri dan Komnas HAM.

Mereka mengalami cacat tetap dibantai para pelaku dalam kasus pembunuhan dan penganiayaan tanggal 13 April 2011, ketika warga Langke Norang menyerang warga Herokoe yang sementara melakukan ritual adat memberi makan kepada  arwah  di lokasi kuburan.

Menurut Oscar, propam menjanjikan akan datang ke Polres Manggarai meminta keterangan langsung dari Polres.  Di Komnas HAM, korban bertemu Komisioner, Jhoni Nelon  Simanjuntak dari Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan. Korban mengeluhkan diskriminasi dan tranparansi proses hukum  yang telah menciptakan ketidakpastian kepada korban.

Elias Bus, dipotong Kanisus  Step, dan  Paulus Gantur meminta Komnas HAM mendesak polisi menuntaskan tindakan pidana  penganianyaan.  Berlarut-larut proses hukum membuat mereka tidak nyaman. Elias menderita luka di pergelangan tangan kiri, pinggang kanan dan  kepala bagian kanan disabet parang para pelaku.

"Kami minta pelaku yang  belum ditangkap diproses hukum. Faktanya kami korban dan  dan bukti luka-luka masih ada sampai sekarang," keluh Elias.

Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help