Pilkada Kota Kupang
Perempuan-perempuan Hebat
DI luar prediksi banyak pihak, termasuk kaum perempuan atas kesiapan enam perempuan mencalonkan diri menjadi Walikota Kupang.
Anggota Jaringan Perempuan dan Politik NTT
DI luar prediksi banyak pihak, termasuk kaum perempuan atas kesiapan enam perempuan mencalonkan diri menjadi Walikota Kupang. Jaringan Perempuan dan Politik (JPP) Nusa Tenggara Timur perlu berbangga karena pada bulan Juni 2011 dapat mendeklarasikan tiga perempuan, dr. Teda Littik, dr. Yovita Anike Mitak dan Pdt. Lori Foeh (namun yang bersangkutan menyatakan mundur setelah deklarasi) menjadi Walikota Kupang. Deklarasi tersebut ternyata mampu mendorong kader perempuan lainnya yaitu Ibu Mersiana Fanggidae Pelokila, Ibu Yaherlof Foeh dan Ibu Martha Pello untuk mencalonkan diri menjadi Walikota Kupang dan pada saat terakhir hadir pula satu perempuan yang tidak kalah menyita perhatian yaitu Ibu Yohana Lerik Rebo yang siap pula menjadi calon Walikota Kupang.
Keputusan berani tersebut tentu telah memperhitungkan segala risiko yang harus ditanggung karena banyaknya tantangan, ibaratnya akan memasuki rimba besar dengan praktek politik yang tidak masuk di akal sehat tetapi harus diamini, karena tidak punya pilihan lain, sedih memang. Dengan mengambil keputusan yang berani tersebut keenam bakal calon perempuan harus siap masuk dalam rimba politik dengan begitu banyak tantangan bagi seorang bakal calon dalam Pilkada Kota Kupang yang sampai saat ini masih sedang berproses.
Pertama, dalam rimba politik ini ada begitu banyak kepentingan, ambisi dan jegal menjegal dan semuanya dilakukan tanpa beban. Kedua, rimba itu tidak mengenal kulonuwun, malu hati, tepat janji yang ada hanya kepentingan apapun caranya. Ketiga, rimba itu juga sepertinya tidak mengenal komitmen, istilah kerennya orang Jakarta EGP aja (Emangnya Gua Pikirin). Keempat, komitmen tidak mendapat tempat karena kepentingan mengalahkan segalanya. Di sinilah letak persoalannya sehingga begitu banyak bakal calon yang berguguran termasuk perempuan. Mengapa dari enam perempuan kok yang tersisa cuma dua perempuan?
Gugurnya bakal calon perempuan terbagi dalam dua tahap yaitu tahap pertama: persolaan kendaraan politik dan tahap kedua: verifikasi oleh KPU. Tahap pertama (gugurnya tiga perempuan bakal calon).
Pertama, dr. Tedda Littik. Pengurus Partai Demokrat mendaftar menjadi calon ke partai Demokrat, proses penjaringan dilakukan oleh Tim 9 yang terdiri dari Unsur DPP, DPD, DPC partai tersebut. Dr. Teda Littik salah satu nama dari beberapa bakal calon yang dikirimkan ke DPP untuk survei. Sangat disayangkan karena dr. Teda Littik tidak dimasukkan dalam daftar bakal calon yang disurvei, karena itu hasilnya dapat dipastikan nama itu tidak keluar. Tidak ingin berpikir negatif tetapi tentunya ada pihak yang melakukannya entah dengan sengaja atau tidak, tetapi yang pasti dr. Teda Littik telah menjadi korban. Kedua, Ibu Yaherlof Foeh sejak awal pilihannya pada Partai Golkar. Calon yang diusung Golkar adalah calon yang keluar dengan ranking pertama melalui survei yang dilakukan untuk kepentingan itu. Sayangnya Ibu Yaherlof Foeh tidak dapat menggapai rangking itu, akhirnya gugur.
Ketiga, Ibu Martha Pello dengan kondisi yang sama, tidak mendapat dukungan Partai Politik untuk memenuhi persyaratan menjadi calon walikota akhirnya gugur.
Tahap kedua (gugurnya satu perempuan bakal calon) yakni dr. Yovita Anike Mitak yang ikut serta mendaftar ke KPU tanggal 16 Februari 2012 diusung oleh tiga partai dengan proporsi: Partai Hanura 2 kursi; Partai PPRN 2 kursi; Partai PDP 1 kursi (genap 5 kursi sesuai ketentuan) dengan nama Paket AMAN.
Adanya dukungan ganda PPRN dan pindahnya dukungan PDP akhirnya Paket AMAN dinyatakan gugur oleh KPU Kota (masalah ini masih menyisakan pertanyaan apakah keputusan KPU benar atau tidak, perlu ada pembuktian di PTUN dan Mahkamah Konstitusi dan saat ini sedang berproses di PTUN, dan nantinya di Mahkamah Konstitusi). Akibat gugurnya paket ini maka gugur lagi satu perempuan bakal calon yaitu dr. Yovita Anike Mitak.
Empat perempuan hebat telah gugur, menyedihkan sekali tetapi ini nyata bukan mimpi, bukan khayalan. Kepada keempat perempuan itu, saya dan pasti banyak perempuan lain juga ingin mengatakan yang sama bahwa KALIAN LUAR BIASA, karena mengambil keputusan yang berani masuk dalam rimba itu. Sejarah perjuangan perempuan di daerah ini MENCATAT itu.
Setelah gugurnya empat perempuan bakal calon walikota, kaum perempuan masih bisa berbangga karena masih ada dua perempuan bakal calon yang sudah ditetapkan sebagai calon Walikota Kupang masing-masing Ibu Mersiana Fanggidae Pelokilla dan Ibu Yohana Lerik Rebo.
Pertanyaan kepada semua perempuan kota Kupang apa yang harus kita lakukan supaya satu dari dua perempuan ini terpilih menjadi walikota? TIDAK GAMPANG tetapi juga TIDAK SULIT karena BERSAMA KITA BISA .
Sudah saatnya kota ini dipimpin oleh perempuan yang terbiasa dalam rumah melayani, sehingga melayani masyarakat tentunya menjadi hal yang biasa berbeda dengan pihak lain memerlukan waktu untuk belajar melayani. Banyak kalangan meragukan kemampuan kita, karena itu semua perempuan harus BERSEPAKAT untuk memenangkan perempuan menjadi Walikota Kupang dengan semangat yang sama:
Pertama, apabila semua perempuan di kota ini SEHATI SESUARA melepaskan beban psikologis karena kedekatan dengan calon bukan perempuan (laki-laki) dan mau menetapkan pilihan pada salah satu dari kedua perempuan calon walikota kita, maka suara kita sangat signifikan untuk memenangkan Ibu Yohana Lerik Rebo atau Ibu Mersiana Fanggidae Pelokilla. Kedua, apabila semua perempuan di kota ini sepakat mengajak satu laki-laki untuk memberikan pilihan kepada calon perempuan kita, yakinlah pengumpulan suara untuk calon kita akan signifikan untuk memenangkan Ibu Yohana Lerik Rebo atau Ibu Mersiana Fanggidae Pelokilla. Ketiga, apabila sesama perempuan Kota Kupang sepakat mengatakan BERSAMA KITA BISA, maka kita dapat memenangkan Ibu Yohana Lerik Rebo atau Ibu Mersiana Fanggidae Pelokilla.
Kepada Ibu Yohana Lerik Rebo dan Ibu Mersiana Fanggidae Pelokilla teruslah berjuang karena kami perempuan di kota ini, dengan cara kami masing-masing akan berupaya memberikan kontribusi untuk memenangkan pertarungan merebut kursi Walikota Kupang dalam pesta demokrasi tanggal 1 Mei 2012. Untuk itu kami memerlukan jaminan dari ibu berdua untuk tiga hal penting: 1) Mampu membawa perubahan; 2) Berani berkata beda untuk hal-hal yang benar; 3) Menyatakan korupsi sebagai musuh bersama. Salam perjuangan.*