Rabu, 10 Juni 2026

KONI TTU Harus Profesional

KONI TTU harus bekerja secara profesional, agar atlet baru terus dilahirkan. Harapan itu dilontarkan Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Esthon Foenay.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
zoom-inlihat foto KONI TTU Harus Profesional
PK/DEA
Ketua Harian KONI NTT, Ir. Esthon Foenay, M.Si, ketika melantik pengurus KONI TTU di Kefamenanu, Kamis (19/4/2012)
KABUPATEN TTU merupakan salah satu gudang atlet yang telah mengharumkan nama NTT di nasional maupun Indonesia di dunia. Untuk itu, pengurus KONI TTU harus bekerja secara profesional, agar atlet baru terus dilahirkan. Harapan itu dilontarkan Wakil Ketua Umum/Ketua Harian KONI Propinsi NTT, Ir. Esthon Foenay, saat melantik Pengurus KONI Kabupaten TTU periode 2012-2016 di Kefamenanu,  Kamis (18/4/2012).

Dalam sejarah olahraga NTT, kata Esthon, TTU memiliki klub sepakbola yang sangat ditakuti. Selain itu, TTU juga memiliki atlet juara Asia Tenggara, Anna Yunita Gelu, yang meraih medali perak di SEA Games 2011. Yunita juga adalah peraih medali emas cabang kempo PON XVIII 2008. TTU juga memiliki atlet tinju wanita, Dewi Mamoh yang memperkuat NTT di PON XVIII 2008 lalu. Karena itu, Esthon optimis, jika anak-anak TTU yang mempunyai bakat alami ini diasah dan dilatih dengan baik dan profesional, mereka akan tumbuh menjadi atlet juara seperti Yunita, Viktor dan lainnya.

Pada kesempatan itu, Esthon berjanji akan melakukan pendekatan kepada kementerian pemuda dan olahraga (kemenpora) untuk mendukung pembangunan gedung olahraga (GOR) di TTU.  "Dalam rangka pembinaan dan pencarian bakat atlet-atlet profesional, kita ingin  melakukan ekspansi pembinaan dan pencarian bakat ke daerah-daerah. Target kita, satu kabupaten minimal satu gedung olah raga. Saya dengan Pak Bupati akan mendesain GOR tersebut dan mengusulkan ke Menpora," kata Esthon.

Untuk melahirkan atlet-atlet profesional itu, kata Esthon, butuh dukungan dana dari  semua pihak termasuk pemerintah daerah. "Kita berharap pemerintah daerah memberi dukungan melalui dana abadi. Dana abadi itu disimpan di bank dan bunganya dipakai untuk pembinaan atlet. Tentu kita juga mengharapkan dukungan dana dari dunia usaha," kata Esthon.

Setelah sempat vakum selama empat tahun, Pengurus KONI TTU kembali terbentuk. Thomas Hartanto terpilih sebagai ketua umum. Selain itu, juga ditunjuk Fahmi Abdullahi, S.E, sebagai ketua harian, Jakobus Suni (wakil ketua I), Jefrison Totomone (wakil ketua II), Gregorius Pale Getha, S.Ip (sekretaris), Drg. Benhur Malelak (sekretaris II),  Rafael Tabesi (bendahara) dan Paschalis Tabati (bendahara II). (dea)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved