Kamis, 11 Juni 2026

Tak Ada Yang Mulus di Demokrat Cup 2012

BABAK perempatfinal turnamen futsal antar-klub se-Kota Kupang, Demokrat Cup 2012 akan dimulai petang ini, Kamis (19/4/2012).

Tayang:
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
BABAK perempatfinal turnamen futsal antar-klub se-Kota Kupang, Demokrat Cup 2012 akan dimulai petang ini, Kamis (19/4/2012). Dari hasil di perdelapan final, tak akan ada tim yang melaju dengan mulus. Semua tim yang bermain di babak perempatfinal ini memiliki kualitas yang berimbang.

Kristal FC misalnya, akan bertemu lawan kuat, Ine Rie. Memiliki kualitas pemain yang merata, Kristal memang sedikit diunggulkan. Kristal lolos ke perempatfinal dengan sangat meyakinkan, setelah menundukan tim bertabur bintang, Dutalia FC. Namun Ine Rie dikenal memiliki pola permainan yang praktis dan sangat efektif. Mereka sukar dikalahkan kalau lawan tidak sabar. Asri Nio dkk bisa saja membuat Kristal FC pulang dengan kekalahan kalau tidak diwaspadai. Mereka sudah membuktikannya di babak penyisihan.

Partai lainnya akan mempertemukan Platina Anugerah FC melawan Tidar B. Bermaterikan pemain-pemain yang disiapkan ke PON XVIII 2012, Platina memiliki kualitas untuk berbuat apa saja. Tapi Tidar B bukan tim ayam sayur. Ical Falendra bisa menjadi kartu as untuk mematikan Deni Pramono dkk. Deni Pramono yang terlihat sudah mulai menemukan performa terbaiknya memang menjadi momok bagi Tidar B. Namun, kalau Ical mampu mematikan Deni dan rekannya, Bendot, jangan harap Platina Anugerah bisa meraih kemenangan.

Tim unggulan lainnya, Foda Prima akan bertemu Kristal Emerald. Diunggulkan, bukan berarti Foda Prima akan mulus. Kristal Emeral juga punya kualitas untuk meraih kemenangan. Kata kuncinya adalah, dengan pemain bintang yang dimilikinya, pelatih Foda Prima, Victor Kapitan, tidak boleh salah dalam rotasi pemain. Kelebihan Kristal Emerald adalah kekompakan dan motivasi kuat untuk meraih kemenangan, apalagi lawannya lebih diunggulkan.

Partai perempatfinalis lainnya adalah antara Pegadaian FC melawan PGRI. Petrus Abanat, di luar dugaan mampu memimpin timnya untuk lolos hingga babak perempatfinal. Bahkan tidak mungkin mereka bisa melenggang ke babak semifinal, bila anak-anak PGRI lengah.

"Segala sesuatu bisa saja terjadi. Semua tim memiliki peluang yang sama untuk memenangkan permainan. Tim yang siap dan memiliki mental bertanding dan mampu menguasai dirinya yang akan memenangkan permainan," kata pengamat futsal asal Sikka, Linus Mitan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved