Kampanye Harus Beri Solusi
Toh dari dulu, semua orang tahu kampanye pemilu kada hanya sekadar pelipur lara bagi warga kota.
Percaya atau tidak justru itu yang terjadi. Yang paling nyata dalam kampanye sebenarnya mobilisasi massa dari berbagai penjuru. Bukan tidak mungkin kalau ada kandidat yang sengaja membiayai peserta rapat umum itu. Kesan yang tampak di permukaan bahwa si A begitu banyak pendukungnya. Tetapi hasilnya terkadang jauh dari prediksi.
Dampak dari pemilu kada tidak tanggung-tanggung. Sejumlah kandidat bukan tidak mungkin akan kembali ke asal atau agak megap-megap ekonomi keluarganya kalau tidak benar-benar dihitung secara cermat. Semua itu adalah real cost politik dalam era sekarang.
Lebih lucu lagi, orang yang ikut dalam iring-iringan sepeda motor justru orang yang sama. Mereka hanya berganti baju kaus dari kandidat yang bertarung. Semua itu mau tidak mau harus terjadi begitu saja. Padahal, kalau kita menginginkan agar Kota Kupang lebih baik dari sekarang, maka mungkin sudah saatnya para kandidat menyiapkan konsep yang benar tentang apa yang tepat dilakukan setelah terpilih nanti.
Biasanya ada kesenjangan antara apa yang dikampanyekan sekarang dengan apa yang dilakukan nanti. Persoalan terjadi demikian karena penyusun materi kampanye terkadang orang lain, bukan kandidat itu sendiri. Celakanya, setelah terpilih, oknum seperti ini tidak tahu harus buat apa.
Mencermati hal seperti itu, warga Kota Kupang harus bisa melihat satu aspek penting soal penanganan masalah kesejahteraan masyarakat. Para pemilih harus bisa menentukan bahwa kandidat yang berani memberikan solusi terhadap masalah kota harus diperhitungkan untuk dipilih. Kota Kupang tidak butuh seorang yang jago membual, tetapi juga memberikan jalan keluar terhadap semua masalah.*