Inilah Dua Capres Timor Leste
Francisco Guterres dan Taur Matan Ruak adalah dua calon Presiden Timor Leste yang akan mereka pilih. Siapakah kedua capres ini?
Francisco Guterres yang biasa dipanggil dengan sebutan "Lu Olo" akan berhadapan langsung dengan Taur Matan Ruak. Meskipun saling berseberangan dalam pemilu kali ini, kedua capres ini dikenal sebagai pahlawan di mata rakyat Timor Leste. Demikian diberitakan AFP, Senin (16/4/2012).
Lu Olo yang berusia 57 tahun tersebut, dianggap lebih populer di mata rakyat Timor Leste. Ini terbukti dengan kemenangannya dalam pemilu putaran pertama, dimana dirinya mendapatkan dukungan 29 persen.
Dukungan terhadap Lu Olo bukan hanya diberikan oleh rakyat, tetapi juga oleh beberapa capres yang gagal dalam pemilu putaran pertama. Pria yang memiliki suara lembut ini, dikenal sebagai seorang gerilyawan dan mengepalai partai oposisi pemerintah, Fretilin.
Ini bukan pertama kalinya Lu Olo maju dalam pemilu presiden. Pada pemilu 2007 lalu yang dipenuhi aksi kekerasan, Lu Olo kalah dari Jose Ramos-Horta yang hanya mampu berada di peringkat ketiga dalam pemilu putaran pertama.
Sementara Taur Matan Ruak yang akan melawan Lu Olo dalam pemilu putaran kedua ini. Dikenal sebagai mantan komandan sayap militer Fretilin.
Kandidat berusia 55 tahun tersebut, mencalonkan diri sebagai presiden sebagai perwakilan independen. Namun bukan berarti Ruak tidak memiliki dukungan besar dalam pemilu ini.
Dirinya didukung oleh partai Kongres Nasional untuk Rekonstruksi Timor Leste (CNRT) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao. Dukungan ini menyebabkan Ruak memenangkan suara hingga 26 persen, pada pemilu putaran pertama.
Namun Ruak bukannya tanpa cela. PBB menuduhnya terlibat dalam perdagangan senjata ilegal pada 2006 silam. Saat itu, Timor Leste tengah dalam kondisi dilanda kerusuhan dan terancam perang saudara.
Sebagai sosok yang kental dengan militer, Ruak berjanji akan menerapkan wajib militer bagi seluruh rakyat Timor Leste bila dirinya terpilih sebagai Presiden.
Tetapi kedua capres ini harus menunggu 48 jam ke depan guna mengetahui hasil pemilu. Diketahui, lebih dari 620 ribu rakyat Timor Leste layak untuk memberikan suaranya pada sekira 850 TPS yang disebar.