Rabu, 10 Juni 2026

Ujian Nasional

3 Peserta UN di Nagekeo Hamil

Ada 4 orang peserta yang tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) di Mbay ibu kota Kabupaten Nagekeo, karena alasan hamil dan sudah menikah.

Tayang:
Editor: Alfred Dama
zoom-inlihat foto 3 Peserta UN di Nagekeo Hamil
Net
Ilustrasi
Laporan Wartawan Pos Kupang, Servans

POS KUPANG.COM, MBAY --- Ada 4 orang peserta yang tidak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN) di Mbay ibu kota Kabupaten Nagekeo, karena alasan hamil dan sudah menikah.

Dari 4 orang tersebut, tiga orangnya hamil dan satu orang tidak ikut UN karena sudah menikah dan memilih hidup berkeluarga.
Siswi yang hamil, terdiri dari satu  orang di SMA Swasta Baleriwu Danga-Mbay, dan dua  orang lainnya di SMKN 1 Aesesa. Sedangkan yang sudah menikah adalah siswi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Mbay.

Para siswi tersebut, namanya sudah dikirim ke Pemerintah Propinsi dan pusat oleh pihak sekolah beberapa waktu lalu, sebagai peserta UN.

Untuk di SMKN 1 Aesesa, siswinya dihamili oleh siswa  teman satu kelasnya yang juga tidak mengikuti UN.

Keadaan di beberapa sekolah itu diakui oleh Kepala Sekolah dan sejumlah guru yang ditemui saat hari pertama UN di sekolahnya masing-masing, Senin (16/4/2012).

"Jumlah peserta yang ikut UN hari ini di sekolah kami sebanyak 257 orang dan terdiri dari 15 ruangan. Sedangkan jumlah peserta yang nama-namanya sudah kami kirim sebanyak 262 orang. Ada lima orang peserta yang tidak hadir. Dua orangnya karena hamil dan tidak lagi ke sekolah. Satu diantaranya sudah sejak sekitar Bulan Desember 2011 tidak lagi ke sekolah karena hamil. Satu lainnya lagi baru sejak tanggal 2 April 2012 tidak ke sekolah, karena hamil oleh siswa teman kelasnya. Siswa itu juga tidak ikut UN," kata Kepala Sekolah SMK Aeramo, Gabriel Kudu.

Dia menambahkan, pihak sekolah bersama keluarga dari siswi yang hamil dan siswa yang menghamili, sudah bertemu dan membicarakan secara kekeluargaan. Siswa dan siswi itu pun sudah didaftar untuk mengikuti ujian Paket C Bulan Juni 2012 mendatang oleh pihak sekolah. Sedangkan siswa/i lain yang tidak ikut UN kata dia, sudah putus sekolah setelah nama mereka dikirim sebagai peserta UN.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved