Sabtu, 30 Mei 2015

Profesor Stephanus Djawanai, Ph.D: 10 Doktor dan 30 Magister

Minggu, 15 April 2012 23:33

Profesor Stephanus Djawanai, Ph.D: 10 Doktor dan 30  Magister
Ist
Profesor Stephanus Djawanai, Ph.D

Dialah Profesor Stephanus Djawanai, Ph.D, guru besar UGM Yogyakarta yang   saat ini juga sedang  menjalani tugasnya sebagai promotor untuk 12 orang calon doktor dan anggota komisi riset di UGM.

Jelas, Profesor Steph tidak datang ke Ende untuk mencari pekerjaan, tetapi datang untuk  mengabdi semata-mata, karena menurutnya cita-citanya hanya menjadi guru, dan guru tidak pernah menjadi tua. Bagaimana profesor yang matang dengan pengalaman pendidikan, penelitian,  dan pengabdian masyarakat ini melanjutkan  rencana  masa depan Universitas Flores (Uniflor)?

Sebagai guru besar bahasa dan kebudayaan, bagaimana visi misinya dalam membawa Uniflor? Benarkah dalam masa kepemimpinannya akan berupaya mengajukan pendidikan 10 orang doktor dan 30 magister untuk Uniflor?   

Wartawati Pos Kupang, Maria Matildis Banda mewawancarai ayah dua putra yang biasa disapa Pak Steph di ruang kerja Rektor Universitas Flores Ende, Selasa, 27 Maret 2012.  

Apa alasan Pak Steph pulang ke Flores dan menjadi Rektor Uniflor?
Amat pribadi. Saya merasa sudah bekerja dan menyumbang sedikit keahlian saya selama 40 tahun  di UGM. Saya tidak pernah memberi apa-apa di Flores.  Dulu,  waktu kuliah, saya  mendapat bantuan dari SVD untuk biaya penulisan skripsi. Saya merasa belum pernah memberi sesuatu di

Flores, terutama untuk SVD   Ende. Setelah selesai di Yogya tahun 1970 waktu lulus S1 saya berniat pulang. Saya menulis  surat untuk pemberi beasiswa. Tetapi waktu itu jawabannya
tenaga bahasa Inggris sudah ada bahkan lebih.  Saya juga bertanya kepada pemberi beasiswa,  apakah saya boleh bekerja di UGM sebelum pulang Ende? Jawabannya positif, boleh.

Saya sempat mengajar di UNDIP Semarang, tetapi kemudian kembali ke UGM dan menetap di sana. Sampai sekarang masih selalu kembali ke UGM untuk membimbing para kandidat doktor bidang linguistik kebudayaan dan pengkajian Amerika.

Halaman123456
Editor: alfred_dama
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas