Minggu, 21 Desember 2014
Pos Kupang

Bingung Cari Oleh-oleh di Kupang??

Selasa, 10 April 2012 19:31 WITA

Bingung Cari Oleh-oleh di Kupang?? - kuliner_David1.jpg
POS KUPANG/NOVEMY LEO
David Kenenbudi, pemilik Toko Sudi Mampir di Kupang
Bingung Cari Oleh-oleh di Kupang?? - kuliner51.jpg
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Bingung Cari Oleh-oleh di Kupang?? - kuliner551.jpg
POS KUPANG/NOVEMY LEO
POS-KUPANG.COM --- BERMULA dari stres yang dirasakan saat menjaga toko kelontongan ayahnya tahun 2006 lalu. Selama setahun David mencari bentuk usaha yang baru.

Setahun kemudian, teman-teman David di Semarang mengundangnya ke sana dan untuk menghilangkan stresnya, David memenuhi undangan itu. Namun temanya `mewajibkan' David membawa buah tangan berupa makanan khas NTT dan hal itu disanggupinya.

Namun David kebingungan oleh-oleh makanan khas NTT apa yang harus dibawanya selain sei sapi karena saat itu tidak ada toko khusus yang menjualnya.

"Selama hampir satu hari David masuk keluar toko dan pasar untuk mencari makanan khas NTT namun hanya bisa mendapatkan beberapa produk, tak lain sei sapi, kopi Flores," kata David Kenanbudi, pemilik Toko Sudi mampir di Kupang.

"Diatas pesawat saya kemudian berpikir kenapa susah sekali mencari oleh-oleh makanan khas NTT. Sedangkan di propinsi lainnya begitu mudah jika kita ingin membeli oleh-oleh makanan khas daerah sana. Hal ini yang mengilhami saya untuk membuka toko yang khusus menjual makanan/jajanan dan minuman khas NTT," kata David.

Pulang dari Semarang saya main-main di Angkasa Pura Penfui dan saya bertanya soal berapa banyak orang yang keluar NTT dalam satu hari. Dan katanya setiap hari ada sekitar 400 orang yang keluar dari NTT dengan pesawat terbang.

"Saya pikir, kalau setiap satu orang saja membeli satu produk makanan khas NTT maka sudah 400 produk yang laku dan dibawa keluar ke NTT. Akhirnya saya berkomitmen untuk mengubah toko kelotongan ayah saya itu menjadi toko jajajan khas NTT," kata suami dari Lily Yapola ini. Dan, dua anak, Lya
dan Devie.

Jelas saja, niat David itu ditentang habis-habisan oleh ayahnya. Meski demikian David tetap menjalankan komitmennya. David melakukan survei ke beberapa daerah seperti di Sabu, Rote, Flores, Timor untuk berburu makanan khas daerah itu dan dimana bisa mendapatkan pasokannya.

Lumayan saat itu jumlah item yang ada sekitar 40 jenis produk dari Timor, Rote dan Sabu yang bisa diproduksi oleh sejumlah UKM atau masyarakat setempat .

Tanggal 8 Januari 2009 David akhirnya membuka toko kelontongannya menjadi toko yang khusus menjual makanan/minuman produk lokal NTT yang bahannya berasal dari wilayah NTT. Lama-kelamaan jenis produk yang dijual bertambah.

David seakan menjadi pengusaha yang menghidupkan masyarakat/UKM yang memproduksi makanan khas NTT itu. UKM yang hampir mati akhirnya bisa hidup kembali karena produknya bisa dipasarkan di Toko Sudi Mampir. Kini semua masyarakat/UKM berlomba-lomba membuat jajanan khas NTT untuk dimasukkan ke Toko Sudi Mampir.

Menjawab wartawan, David berharap agar pemeritah daerah bisa lebih memiliki hati nurani dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat khususnya UKM yang ada di wilayah masing-masing untuk bisa memproduksi makanan lokal.

"Saya siap memasarkan hasil produk masyarakat. Mereka hanya kesulitan modal dan hal ini yang harus dibantu pemerintah," kata David.

David punya pengalaman buruk yang mengindikasi pemerintah `menekan' UKM dalam mengembangkan usahanya. David bercerita, tahun lalu dia sempat `bertengkar' dengan pihak perindustrian dan perdagangan karena `mengganggu' UKM yang memasok produk lokal ke tokonya dengan alasan tidak memiliki izin, tanggal kadaluwarsa.

"Mereka umumnya tidak punya modal besar, hanya bermodalkan kompor, periuk yang juga masih hutang. Mereka baru memulai usahanya namun sudah diwajibkan membuat izin, darimana uangnya?," kata  David yang menambahkan setelah diprotes ratusan masyarakat barulah ada kemudahan untuk beberapa tahun ke depan pemasok itu diizinkan tetap berusaha sambil kemudian mengumpulkan modal untuk bisa mengurus izin.

Namun, demikian David, meski ada sekitar 20-an persen pemasok produk yang belum punya izin, namun pihaknya menjamin produk makanan mereka bersih dan sehat. 
Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas