Rabu, 10 Juni 2026

Minyak Tanah Langka di Larantuka

Warga Kota Larantuka dan sekitarnya kini mulai resah akibat kelangkaan minyak tanah di pasaran.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Syarifah Sifat

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -- Warga Kota Larantuka dan sekitarnya kini mulai resah akibat kelangkaan minyak tanah di pasaran. Hampir sepekan berjalan, minyak tanah sulit ditemukan di pangkalan-pangkalan sepanjang Kota Larantuka. Harga minyak tanah di tingkat pengecer pun naik dari Rp 3.500/liter menjadi Rp 4.000 - Rp 5.000/liter.

Disaksikan Pos-Kupang.Com, sejumlah warga menenteng jerigen dari satu kelurahan ke kelurahan lain mencari minyak tanah. Namun stok di pangkalan tetap kosong. Kalaupun ada pengisian dari agen minyak tanah ke pangkalan hanya bertahan satu jam. Antrean panjang dan berebutan minyak tanah terjadi setiap hari saat mobil tangki milik agen mengisi minyak tanah di agen-agen tertentu.

Din, salah satu pemilik pangkalan penjual minyak tanah kepada wartawan, Jumat (30/3/2012), mengatakan, minyak tanah miliknya hanya bertahan di drum penjualan satu jam. Setelah itu drum kosong.

"Saya dapat jatah dua drum sehingga dalam hitungan menit langsung habis. Kita tidak bisa melihat mana warga sekitar atau bukan karena banyaknya antrean yang berkerumun. Bahkan, banyak warga yang kecewa karena tidak dapat minyak tanah. Tapi, kami tidak melayani semuanya karena keterbatasan minyak tanah," katanya.

Sementara Rusdi, salah satu pemilik pangkalan di Kelurahan Waihali, Kecamatan Larantuka, mengaku sudah seminggu tidak dapat jatah minyak tanah. "Saya sudah seminggu minyak tanah kosong," katanya.

Sementara Indah, salah seorang warga Kota Larantuka mengaku sejak sepekan terakhir kesulitan memasak karena tidak ada minyak tanah. "Sudah seminggu saya cari minyak tanah tapi stoknya kosong. Saya mau beralih menggunakan kayu api, namun kondisi kos-kosan saya yang kecil tidak memungkinkan untuk menggunakan api. Terpaksa saya datang dari satu rumah ke rumah minta minyak tanah. Kalau saya tidak berani minta anak saya tidak bisa makan," kata Indah yang mengaku tidak dapat membeli makanan jadi di warung karena harganya yang mahal.

Yus, agen minyak tanah di Kota Larantuka yang dihubungi Pos Kupang melalui telepon selulernya, Kamis (28/3/2012), mengakui, ada keterbatasan quota dari Pertamina.

"Memang hampir sepekan ada keterbatasan quota. Quota Larantuka sebagian dialihkan ke Adonara karena di Adonara banyak warga kesulitan minyak tanah," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved