Rabu, 10 Juni 2026

Tinju Piala Wapres

Musuh Bebuyutan Beradu di Final

Dua musuh bebuyutan, Atris Neolaka (NTT) dan Dadan Amanda (Jawa Barat) akan saling adu kemampuan dalam final Kejurnas Tinju Piala Wapres 2012.

Tayang:
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
zoom-inlihat foto Musuh Bebuyutan Beradu di Final
Atris Neolaka
POS-KUPANG.COM -- Dua musuh bebuyutan di tinju amatir Indonesia, Atris Neolaka (NTT) dan Dadan Amanda (Jawa Barat) akan saling adu kemampuan dalam final Kejurnas Tinju Piala Wapres 2012. Atris dan Dadan lolos ke final dengan kemenangan meyakinkan atas lawannya dalam pertandingan di Cibubur Sport Hall, Senin (26/3/2012).

Di semifinal, Atris kembali menunjukkan kualitas terbaiknya dengan mengalahkan petinju Maluku, Yulius Mauk 15-7. Dadan Amanda sendiri lolos ke final setelah mengalahkan Dicky Darrow dari Jambi. Atris dan Dadan yang sama-sama pernah menjadi atlet Pelatnas PB Pertina, sudah sering bertemu dan Atris selalu meraih kemenangan termasuk saat seleksi tim SEA Games 2012. Dadan sendiri tidak lolos saat pra PON XVIII 2012 di Mataram dan baru lolos saat kualifikasi kedua di Biak, Papua.

"Sama-sama bagus dan punya kualitas untuk memenangkan pertandingan. Atris sudah sangat siap, meski kami sendiri tidak memberikannya target kemenangan," kata pelatih tinju NTT, Hermensen Ballo, usai pertandingan.

Saat Atris lolos ke final, lima petinju NTT, petang ini, Selasa (27/3/2012), akan bertarung di partai semifinal. Yeskial Lona lolos ke semifinal setelah menang undur diri atas Abdul Halim dari Sumatera Barat. Yeskial akan bertemu Anto Siringo-Ringo (Jambi). Sri Foes, mengalahkan Stela Maala (DKI), 17-9, Marina Neolaka menang angka 17-4 atas Sadarmawaty Simbolon (Sumatera Utara). Di semifinal, Sri akan bertemu Novita Sinadia (Sumatera Utara), Marina akan dijajal petinju Sumatera Utara, Yunika Rotty.

NTT juga akan menurunkan Abniel Daniel di semifinal melawan Matius Mandiangan dari Sumatera Utara. Sementara petinju NTT asal Sumba Barat Daya, Imaculata Loda akan melawan Ni Putu Wahyu Dewi dari Bali.

Sayangnya, prestasi enam petinju ini tidak diikuti oleh Charles Tungga. Bertanding di kelas 52 kg, Charles kalah angka dari Alberto Alfon (Jawa Barat). "Lawannya cukup tangguh sehingga saat Charles terlambat bangkit, dia sudah jauh mengumpulkan poin," kata Hermensen.

"Untuk Masyarakat NTT dimana saja berada, mohon jangan bosan-bosan mendukung kami dalam doa. Tanpa doa dari masyarakat NTT, kami tidak bisa buat apa-apa. Dukung kami dalam doa, biar kami bertanding lepas tanpa beban," kata Hermensen.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved