Jumat, 21 November 2014
Pos Kupang

Lihat Gambar Porno, Murid SD Cabuli Adik Kelasnya

Kamis, 22 Maret 2012 09:14 WITA

Lihat Gambar Porno, Murid SD Cabuli Adik Kelasnya
Ilustrasi
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM, ENDE -- Lantaran sering nonton gambar porno yang ada di handphone, GB (14), murid salah satu SD di Desa Mausambi, Kecamatan Maurole- Ende, mencabuli adik kelasnya, sebut saja Mawar (10). Saat ini, GB sudah diamankan di Mapolres Ende.

Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, melalui Kasubag Humas Polres Ende, Iptu Petrus Sutrisno, Rabu (21/3/2012), menjelaskan, GB mencabuli Mawar sebanyak empat kali, terjadi secara beruntun. Tiga kali di rumah tersangka dan sekalinya di rumah korban. Kasus ini baru terungkap pada 9 Maret 2012.

"Pada kali yang keempat aksi pelaku diketahui oleh orang tua korban yang langsung melaporkan kejadian itu ke polisi," kata Petrus. Menurut Petrus, saat diperiksa polisi, GB yang adalah murid kelas V mengakui mencabuli Mawar karena kerap menonton gambar-gambar porno di HP milik temannya.

Petrus mengatakan, usai mendapatkan laporan dari orang tua korban polisi lalu menjemput tersangka guna diamankan di Mapolres Ende, sedangkan korban yang duduk di kelas IV masih dalam dampingan orangtuanya.

"Sesuai hasil visum dokter menyatakan bahwa telah terjadi aksi pencabulan yang dilakukan tersangka kepada korban," kata Petrus. Menyikapi kejadian itu, Petrus mengimbau orangtua agar lebih ketat melakukan pengawasan terhadap anak-anak sehingga tidak terjebak dalam pergaulan yang dapat merusakan mental. Dia juga mengharapkan para guru maupun orangtua memperketat pemakaian HP di kalangan anak-anak.

"Orangtua ataupun guru bila perlu melakukan razia keberadaan HP anak-anak sekolah karena bukan tidak mungkin di HP tersimpan gambar-gambar atau film porno yang dapat menimbulkan aksi kejahatan seksual," kata Petrus mengingatkan.

Mengenai keberadaan tersangka GB, jelas Petrus, yang bersangkutan diamankan di Mapolres Ende. Kasusnyapun langsung ditangani Polres Ende dengan pertimbangan keamanan tersangka. "Meskipun kejadiannya di Maurole, namun kasusnya ditangani oleh Polres Ende semata-mata karena pertimbangan keamanan tersangka," kata Petrus.
Editor: sipri_seko

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas