Rabu, 10 Juni 2026

Mei Lan Goni: Kuncinya Harus Tekun

POS KUPANG.COM --- Bergerak di bidang usaha jasa, Mei Lan Goni sadar betul bahwa dirinya tak bisa bekerja asal-asalan.

Tayang:
Penulis: nancy_florida | Editor: omdsmy_novemy_leo
zoom-inlihat foto Mei Lan Goni: Kuncinya Harus  Tekun
POS KUPANG/NANCY FLORIDA
Mei Lan
POS KUPANG.COM --- Bergerak di bidang usaha jasa, Mei Lan Goni sadar betul bahwa dirinya tak bisa bekerja asal-asalan. Jika ingin sukses, kata kuncinya, adalah tekun, selalu berinovasi dan pandai melihat kebutuhan pasar.

Perempuan kelahiran 26 September 1974 ini telah 17 tahun menggeluti dunia tata rias dan kecantikan di kota asalnya, Maumere, Ibukota Kabupaten Sikka.

Sebelum menikah, Mei Lan atau yang akrab disapa Alan telah mendirikan Alan Salon pada tahun 1995. Sebagai tamatan Diploma Kecantikan Rambut, Alan merasa bahwa tata rias merupakan dunianya yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan hobi.

Lantas, pada tahun 2000, Alan menikah dengan Samuel Tunggal yang ternyata juga memiliki hobi dekorasi. Memiliki hobi yang saling bersinggungan, maka keduanya menggabungkan segala ide dan kreatifitas tersebut menjadi paket pernikahan dan dekorasi.

Selanjutnya pada  tahun 2002, Alan dan keluarga hijrah ke Kota Kupang untuk mengembangkan usaha bisnisnya. Sementara usaha senada di Kabupaten Sikka, tetap berjalan dalam pengawasan adiknya. Alan mengaku persaingan dunia usaha sejenis cukup ketat, sehingga ia harus selalu berinovasi.

"Setiap pengantin pasti ingin tampil sempurna dalam hari yang bersejarah tersebut. Oleh karena itu, pakaian pengantin yang kami sewakan modelnya selalu baru. Saya hunting pakaian pengantin di Jakarta, ada yang sudah readystock dan ada pula yang harus pakai pesan apabila yang saya inginkan tidak ada," jelasnya.

Bagi ibu dari Richard (10) dan si kembar Claudia dan Claudio (9), minat masyarakat kota berbeda dengan masyarakat desa. Masyarakat di daerah maju cenderung tidak ingin repot apabila akan menyelenggarakan suatu acara besar dengan harga murah.

Hal itulah yang kemudian mendasarinya untuk mengembangkan konsep one stop wedding.

"Untuk perbaikan dan peningkatan usaha, biasaanya setelah selesai acara, kami selalu bertanya kepada pelanggan apabila ada keluhan atau kekurangan kami. Meski kebanyakan pelanggan puas, namun apabila ada keluhan maka hal tersebut akan menjadi catatan bagi kami untuk menjadi lebih baik," tandasnya. 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved