Selasa, 9 Juni 2026

Harga Sembako di Larantuka Mulai Naik

Harga sembako di Pasar Kota Larantuka mulai bergerak naik seiring rencana pemerintah menaikan harga BBM.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
zoom-inlihat foto Harga Sembako di Larantuka Mulai Naik
ist
Ilustrasi Sembako
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Syarifah Sifat

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -- Harga sembilan bahan kebutuhan pokok (Sembako) di Pasar Kota Larantuka mulai bergerak naik seiring rencana pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan akibat cuaca ekstrem yang mengakibatkan arus transportasi kurang lancar.

Pantauan Pos Kupang, Minggu (18/3/2012), harga gula pasir timbang yang biasanya Rp 11.000/kg naik menjadi Rp 12.000/kg. Begitu juga gula pasir kemasan Rp 13.000/kg dari sebelumnya Rp 12.000/kg. Selain gula pasir, harga beras juga ikut naik dari Rp 8.000/kg menjadi Rp 8.500-Rp 9.000/kg untuk beras biasa.

Sementara harga gula merah padat asal Kupang yang biasanya dijual Rp 5.000/empat keping  kini dijual seharga Rp 5.000/dua keping. Sedangkan harga bawang merah naik dari Rp 13.000/kg menjadi Rp 14.000/kg.

Kenaikan harga beberapa jenis bahan kebutuhan pokok termasuk sayur-sayuran seperti wortel, kol, sayur sawi, jeruk, kentang akibat transportasi yang terputus dari Ende-Maumere dan Maumere-Larantuka. Sementara pelayaran kapal milik PT ASDP terhenti sejak sepekan terakhir.

Rus, salah satu penjual sembako di Pasar Inpres Larantuka, mengatakan, kenaikan harga bahan kebutuhan pokok dipicu rencana kenaikan harga BBM. "Kita berharap kenaikan harga BBM tidak menyebabkan harga barang kebutuhan pokok naik lagi. Karena kenaikan harga barang ini sudah berlangsung terus menerus," katanya.

Sementara Ida, salah satu pedagang mengatakan, naiknya harga beberapa jenis bahan kebutuhan pokok seperti sayur-sayuran termasuk gula merah disebabkan pasokan yang berkurang dari Kupang maupun daratan Flores lainnya.

"Pasokan sayur-sayuran serta komoditi lain dalam sepekan berkurang karena terkendala transportasi akibat  cuaca yang cukup ekstrem. Sementara permintaan masyarakat terus meningkat," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved