Selasa, 9 Juni 2026

Bank NTT Menuju Standar Internasional

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Bank NTT diharapkan bisa berstandar Internasional dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM).

Tayang:
Bank NTT Menuju Standar Internasional - bank_ntt2.jpg
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, S.E, bersama Presiden Direktur PT BMSI Jakarta, Karel Karni Lando, foto bersama sejumlah peserta pelatihan penerapan standar Internasional ISO 9001:2008, Senin (19/3/2012) di Kupang.
Bank NTT Menuju Standar Internasional - bank_ntt3.jpg
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Direktur Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, S.E, bersama Presiden Direktur PT BMSI Jakarta, Karel Karni Lando, foto bersama sejumlah peserta pelatihan penerapan standar Internasional ISO 9001:2008, Senin (19/3/2012) di Kupang.
Bank NTT Menuju Standar Internasional - karel_karni_lando1.jpg
ist
Karel Karni Lando, Predisent Direktur PT BMSI
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Bank NTT diharapkan bisa berstandar Internasional sesuai ISO 9001:2008 dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) pada seluruh kantor cabang dan unit.  Dengan demikian, outputnya dapat memuaskan para nasabah, karyawan hingga pemegang saham dan daerah.

Harapan ini disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, SE, saat membuka pelatihan Penerapan Standar International ISO 9001:2008 oleh PT Business Management Solution Indonesia (BMSI) Jakarta di Lantai 5 Gedung Bank NTT di Kupang, Senin (19/3/2012).


Pelatihan yang diberikan langsung oleh Presiden Direktur PT BMSI Jakarta, Ir. Karel Karni Lando, itu diikuti oleh 45 staf Bank NTT dari seluruh wilayah NTT. Hadir pula Direktur Umum, Adrianus Ceme, dan Direktur Kepatuhan, Eduardus Bria Seran.
Dalam kesempatan itu, Karel menjelaskan pentingnya penerapan SMM bertaraf internasional pada suatu perusahaan atau lembaga. Dengan demikian,  sistem manajemen suatu perusahaan akan berjalan sesuai rencana sehingga hasilnya pun benar-benar bisa dinikmati, tidak saja oleh masyarakat/ konsumen, tetapi juga oleh karyawan dan pimpinan perusahaan. Selain itu, keberlangsungan perusahaan pun akan berjalan sebagaimana mestinya.
"Dengan pelatihan ini, Bank NTT akan melayani lebih sungguh melalui penerapan standar internasional ISO 9001:2008," kata Karel Lando.
Sementara itu Dirut Bank NTT, Daniel Tagu Dedo mengatakan, dari pelatihan penerapan standar internasional oleh PT BMSI ini akan dipilih 28 orang sebagai tenaga auditor yang selanjutnya mereka bersama BMSI akan melakukan audit internal manajemen pada seluruh unit kerja kantor cabang di wilayah NTT. Tahap awal, sampling audit manajemen akan dilakukan pada Kantor Cabang Kupang dan Cabang Ende.
"Dari audit manajemem itu nanti hasilnya akan diketahui kelemahan manajemen dan tentu akan dilakukan perbaikan agar pelayanan Bank NTT semakin baik dan memenuhi standar internasional. Dengan demikian ada kepuasan bagi nasabah Bank NTT, yakni Pemda sebagai nasabah sekaligus pemegang saham, juga bagi nasabah umum. Juga bisa memenuhi harapan dari pemegang saham dan karyawan perusahaan ini," harap Tagu Dedo.
Dengan menerapkan sistem manajemen yang berstandar internaisonal di Bank NTT, kata Daniel Tagu Dedo, bisa meminimalisir segala macam kekeliruan atau kecurangan yang mungkin sengaja atau tidak sengaja dilakukan oleh karyawan atau pimpinan. "Kekeliruan atau kecurangan yang dibuat pagi hari, sudah bisa ketahuan pada sore hari, jika penerapan sistem manajemennya baik," tutur Daniel Tagu Dedo. (vel)

http://10.130.44.6/displayimage.php?pos=-59840
Daniel Tagu Dedo

Berstandar Global, Aksi Lokal

DIREKTUR Utama Bank NTT, Daniel Tagu Dedo, S.H, mengatakan, pihaknya memilih PT BMSI untuk 'mengawal' atau memberikan pelatihan penerapan SMM pada Bank NTT karena BMSI sudah punya pengalaman dalam assessment. Juga pernah mengaudit managemen Bank Mandiri serta institusi penting lainnya. Dan hasil audit manajemen itu ternyata sangat baik untuk memperbaiki pelayanan.
"Saya optimis, ke depannya SDM, sarana prasarana dan sistem dan manajemen Bank NTT akan semakin baik. Manajemen dan standar pelayanan Bank NTT harus global berstandar internasional, namun aksinya tetap lokal," kata Tagu Dedo. (vel)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved