Salurkan Hoby Lewat Tantangan
Kalau bersepeda masih sekadar hoby untuk kebugaran, namun itu tidak berlaku bagi sekelompok anak-anak di kawasan Kota Baru.
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
Kalau yang satu ini, tidak ada hubungannya dengan olahraga beladiri. Namun, tantantangannya cukup besar, apalagi atletnya adalah anak-anak. Kalau bersepeda masih sekadar hoby untuk kebugaran, namun itu tidak berlaku bagi sekelompok anak-anak di kawasan Kota Baru, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Tergabung dalam sebuah klub yang diberi nama GPL (Gak Pake Lama), mereka sudah menjadi langganan juara lomba balap sepeda di Kota Kupang. Sayangnya, hoby dan prestasi mereka ini tak didukung dengan keberadaan event atau lomba. Tak heran kalau mereka kemudian dengan swadaya sendiri membangun sebuah lintasan balap sepanjang 160 meter yang sangat representatif untuk menyalurkan hobynya. Lintasan balap GPL ini dibangun selebar 2,5 meter. Terdapat satu tempat jumping dan satu superbol serta empat tikungan tajam.
"Anak-anak di sini sangat hoby bersepeda dan mendapat dukungan sepenuhnya dari orang tua. Kami sudah sering ikut lomba dan juara. Lintasan ini dibangun secara swadaya. Selain untuk salurkan hoby, kami juga akan menggelar lomba di sini. Rencannya akhir bulan ini kami gelar lomba di sini. Beberapa klub sudah siap ikut," kata salah seorang pengurus GPL, Ricky Madi, yang ditemui, Sabtu (17/3/2012).
GPL punya beberapa pembalap andalan di semua kelompok usia. Dengan dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitarnya, Ricko, misalnya, meski usianya belum genap 10 tahun, namun dia memiliki skil yang cukup baik saat melintasi lintasan yang dibuat.
"Coba saja kalau di sini ada pengurus olahraga balap sepeda yang bisa mengakomodir mereka dalam event yang resmi, itu akan lebih bagus. Anak-anak ini punya kemampuan dan nyali untuk balap," kata seorang tokoh pemuda setempat, Edo Bella.