Nama Besar Persib Sudah Tenggelam
Mantan pemain Persib Bandung era perserikatan, Bambang Sukowiyono, mengatakan nama besar Persib sudah tenggelam di sepakbola Indonesia.
Hal itu diutarakannya melihat hasil Persib yang kalah 2-0 atas Gresik United pada ajang kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012 di Stadion Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Senin (19/3) sore.
Menurutnya, Persib saat ini hanya memiliki pemain bernama besar ketimbang prestasi besar seperti pada masanya.
"Sebagai mantan saya tentunya kecewa dengan hasil itu. Padahal Persib punya pemain bagus tapi hasilnya buruk saat di lapangan," ujar pria yang kerap di sapa Suko saat ditemui di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa (20/3) siang.
Suko mengaku, Persib saat ini sudah kehilangan karakterisitiknya sebagai tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Karena itu, masyarakat Jabar sudah tidak lagi berbicara tentang permainan cantik Persib.
"Dulu Persib besar karena permainan cantiknya. Sekarang Persib hanya terkenal karena nama pemainnya," ujar pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Caretaker PSSI Provinsi Jawa Barat.
Disebutkannya, permainan bola dari kaki ke kaki dan permainan cepat tak ditunjukkan lagi seperti pada masanya. Itu mengapa prestasi Persib tidak sesuai dengan harapan di musim ini yang tertahan di urutan ketujuh kelasemen sementara LSI dengan 25 poin.
"Sepintas para pemain Persib seperti krisis karakter, tidak pernah menyerang dan kurang mau berusaha," ujar Suko.
Menurutnya, buruknya prestasi Persib di musim ini juga dipengaruhi gaya kepelatihan pelatih Persib, Drago Mamic. Suko mengatakan, karakterisitik Mamic tidak seperti pelatih asa Eropa Timur pada umumnya. Sehingga, permainan yang seharusnya agresif tak terlihat lagi di tubuh Persib.
Bahkan, menurut Suko, di bawah kepelatihan Mamic, para pemain Persib terlihat tidak memiliki semangat juang yang tinggi untuk bertanding.
"Dia (Drago Mamic, Red) tipikalnya berbeda dengan pelatih-pelatih asal Eropa timur yang dikenal tegas dan memiliki disiplin tinggi," kata Suko.
Oleh karena itu, Suko tak menyangkal jika banyaknya pendapat dan opini dikalangan publik sepak bola Bandung yang menyebutkan, jika Mamic kurang bisa meracik strategi dengan jitu. Meskipun begitu, Suko berharap pihak manajemen bisa bersikap bijaksana menyikapi persoalan itu.
"Kalaupun memang benar, manajemen perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh. Tidak hanya menyalahkan pelatihnya saja," ujar Suko.