Tenun Ikat NTT Sangat Menarik
WALAU bukan orang NTT, Oscar Septianus Lawalata begitu nama lengkapnya sangat konsen dengan pelestarian budaya di NTT.
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Sipri Seko
Kepada Pos Kupang, putra dari Reggy Lawalata dan Alexander Polii ini mengaku, sudah mengelilingi semua daerah di NTT dan bolak-balik ke NTT untuk mengembangkan tenun NTT.
Menurutnya, NTT memiliki ketertarikan tersendiri karena setiap daerah dan setiap pulau memiliki keunikan masing-masing. Ini tercermin dari motof-motif yang tergambar pada kain tenun.
Artis yang juga disainer terkenal ini mengatakan, masyarakat NTT perlu diberi edukasi sehingga bisa menangkap apa sih di balik kain tenun NTT. Karena di balik kain tenun NTT ada nafkah hidup. Ada perjuangan dan eksistensi hidup.
Di mana, baginya, di dalam tenun NTT ada nilai, proses, sejarah, seni, budaya, sosial dan ekonomis. Ada juga nilai sakralnya. Saat ini, katanya, ia bersama Novanto Center sedang berupaya terus mengembangkan kualitas kain tenun NTT walau masih dalam skala kecil dengan melakukan pembinaan bagi para penenun di Mamusa, Kabupaten Kupang.
Ia berharap, hal ini bisa menjadi contoh bagi para penenun lain di NTT untuk terus belajar mengembangkan dan melestarikan kain tenun NTT, tetapi dengan meningkatkan kualitas.
Apa yang dilakukan Novanto Center dengan membina para perajin tenun ikat diharapkan "merambat" kepada pihak lain baik swasta maupun pemerintah. Pihak Novanto Center sendiri sebagaimana dikatakan salah satu pengurus lembaga ini, Muhamad Ansor akan melakukan kerja sama dengan pemerintah kabupaten di NTT.