Rabu, 10 Juni 2026

Nah Lho!! Staf Dinas PPO Sumbar Tewas Gantung Diri

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK -- Staf Dinas PPO Kabupaten Sumba Barat (Sumbar) ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon jambu mete.

Tayang:
zoom-inlihat foto Nah Lho!!  Staf Dinas PPO Sumbar Tewas Gantung Diri
ist
Ilustrasi gantung diri
Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Petrus Piter
 
POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK --
Staf Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sumba Barat (Sumbar) Agus Umbu Doly, ditemukan tewas gantung diri di sebuah pohon jambu mete sekitar 600 meter arah selatan dari kediamannya.

Rumah bendahara gaji guru Kecamatan Kota dan Kecamatan Loli ini  berada di kompleks perumahan BTN di Weekarou, Kecamatan Loli. Agus ditemukan tewas pada Rabu (14/3/2012) sekitar pukul 07.30 Wita.

Kapolres Sumbar, AKBP Lilik Apriyanto, terjun langsung ke TKP mengevakuasi mayat dan membawanya ke RSUD Waikabubak untuk divisum. Setelah visum, korban dibawa keluarga ke kediamannya di perumahan BTN Weekarou.

Sejumlah keluarga korban mempertanyakan apakah korban benar-benar gantung diri atau korban dibunuh terlebih dahulu dan untuk mengelabui perbuatannya korban dibawa dan diletakkan di bawah pohon mete seakan-akan korban meninggal karena gantung diri.

Keponakan korban, Lius, yang mengaku pertama kali menemukan korban kepada Pos Kupang di rumah duka mengatakan, korban ditemukan bukan tergantung di pohon mete tetapi ditemukan di atas tanah dengan posisi tidur terlentang.

Kedua tangan lurus samping kiri kanan badan, lidah tidak menjulur keluar, mata tidak terbuka dan mulut tertutup sehelai sapu tangan. Rahang dan leher korban diduga remuk.

Terdapat seutas tali hutan terlilit di leher (tali bekas putus) karena sebagian ikatan tali masih terlihat di pohon mete.

Lius mengatakan, sejak Senin (12/3/2012), korban tidak masuk kantor karena sakit flu. Hari  Selasa (13/4/2012) setelah bangun pagi, korban bersama istrinya, Lidya Bei,  pergi ke kebun di depan rumahnya.

"Memang kebiasaan korban setiap pagi harus ke kebun sebelum masuk kantor," kata Lius.

Sekitar pukul 07.00 Wita, korban menyuruh istrinya pergi ke kediaman orang tuanya  (mertuanya) di Poko Bina dan berjanji sore hari baru pergi menjemput. Sementara korban terus membersihkan rumput di kebun ubi kayu miliknya.

Sedangkan ia (Lius) bersama kakaknya pergi ke sekolah. Sepulang sekolah tidak melakukan pencarian karena berpikir korban menyusul istrinya di Poko Bina.

Mereka baru mengetahui hal itu setelah istri korban kembali sekitar pukul 07.30 Wita diantar salah satu keluarganya dan mengatakan Agus Umbu Doly tidak ke Poko Bina.

Bersamaan itu, mereka melakukan pencarian ke kebun karena berpikir korban masih di kebun. Semua keluarga melakukan pencarian menyisir kebun ubi kayu, namun tidak membuahkan hasil.

Bahkan ia (Lius) bersama kakaknya, Dan, sempat menunggu korban di sumur yang berada di pinggir kebun sampai pukul 23.00 Wita. Namun korban tak kunjung pulang. Karena sudah larut malam dan takut digebuk kawanan pencuri, keduanya memutuskan kembali ke rumah.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved