Pelatih dan Wasit Futsal Bersertifikat
BADAN Futsal Daerah (BFD) Propinsi NTT kini memiliki pelatih dan wasit futsal bersertifikat nasional.
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
Ketua Harian BFD NTT, Melkisedek Lado Madi, di sela-sela pelatihan di Go Futsal SubaSuka, Kupang, Minggu (11/3/2012), mengatakan, pelatih dan wasit yang mengikuti kursus berasal dari beberapa daerah di NTT. Para pelatih dan wasit ini, katanya, mendapatkan materi pelatihan dari dua instruktur nasional yang dikirim PSSI Pusat, yakni Yuli Suratno (instruktur wasit) dan Jimi Matulesy (instruktur pelatih). Selain itu, kata Lado Madi, peserta juga mendapatkan materi pelatihan tentang psikologi wasit dan pelatih yang dibawakan Dr. Jhoni Lumba dan Sport Medicine yang dibawakan Drs. Lukas Boleng, M.Kes.
"NTT kini sudah memiliki wasit dan pelatih bersertifikat resmi. Ini merupakan suatu langkah maju yang sangat bagus bagi kita di saat futsal NTT sedang berusaha untuk meraih prestasi, yakni lolos ke PON XVIII 2012," kata Lado Madi.
Ia mengatakan, ke depan, semua turnamen futsal yang digelar diharapkan dapat menggunakan wasit-wasit yang sudah bersertifikat termasuk pelatih untuk klub. "Selama ini, kita masih cenderung memakai wasit futsal yang berlisensi sepakbola. Ini tidak benar karena aturannya beda. Ke depan kita akan tertibkan, kalau mau wasit sepakbola, sepakbola saja, begitu juga sebaliknya kalau sudah memiliki wasit futsal, jangan lagi pimpin sepakbola," tegasnya.
Panitia pelaksana, Yasinta Sanggu Doa, mengatakan, peserta pelatihan wasit berjumlah 20 orang sedangkan pelatih 12 orang. Ia mengatakan, hingga saat ini belum ditetapkan berapa peserta yang lulus dari kursus yang sudah digelar itu. "Penentuan kelulusan oleh para instruktur dan juga dari panitia. Kami masih menunggu hasil penilaian dari instruktur baru mengumumkannya dan selanjutnya memroses sertifikatnya," kata Yasinta.
Yuli Suratno yang mengomentari pelatihan tersebut, mengaku kagum dengan semangat PSSI dan BFD NTT. "Tidak semua daerah mampu menyelenggarakan pelatihan bertaraf nasional seperti ini. Saya berterima kasih kepada PSSI NTT dan BFD di sini yang sudah mampu menggelarnya. Pelatihan ini sangat berarti dan sangat disayangkan kalau dilewati, karena belum tentu ke depan akan bisa digelar lagi," katanya.
Peserta pelatihan asal TTU, Marthinus Bokilia banyak mendapat ilmu baru. "Ternyata aturan futsal sudah banyak berubah. Harus diikuti terus kalau kita tidak mau terlambat. Saya sangat bersyukur karena banyak mendapat pengetahuan baru tentang futsal dari pelatihan ini," kata Marthinus Bokilia.