Tak Ada Lagi BBM Saat KLM Nina Terbakar
POS-KUPANG.COM, SEBA --- Agus Nara, dan Marthen Haba Djingi, saat terbakar, tidak ada lagi BBM di dalam KLM Nina Miha Deo.
Demikian Agus saat ditemui Pos-Kupang.Com, di kantornya, Rabu (29/2/2012). Agus menjelaskan, pihaknya terpaksa mengambil langkah menyelamatkan kapal lain dengan melepas kapal-kapal itu ke tengah laut agar tidak terbakar.
Apalagi upaya memadamkan api dari kapal naas itu tidak bisa dilakukan karena fasilitas pelabuhan sangat minim.
Agus menjelaskan, KLM Nina Miha Deo tiba dari Kupang Minggu (26/2/2012) dengan membawa 25 drum minyak tanah dan 100 drum premium (setiap drum bersisi sekitar 100 liter).
Agus menjelaskan, sesuai dokumen, kapal naas itu milik Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Terapung Banni Miha, beralamat di Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat. Saat kejadian, kapal sedang menunggu untuk membawa kembali drum-drum kosong agar diisi lagi BBM ke Sabu.
Dalam dokumen kapal juga disebutkan rute kapal tersebut hanya di NTT dan NTB. "Kita masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui penyebab kebakaran kapal itu.
Saat kapal terbakar, kata Agus, pihaknya menutup sementara pelabuhan mulai pukul 23.30 Wita hingga pukul 03.00 dini hari Wita. Kini situasi di pelabuhan normal kembali. Kapal yang terbakar dan tenggelam tersebut tidak membayakan kapal lainnya karena sudah berada di luar area pelabuhan.
"Saat tiba, semua muatan langsung dibongkar. Jadi, saat kebakaran terjadi, tidak ada lagi BBM di dalam kapal," jelas Agus Nara.