Rabu, 10 Juni 2026

Hindari Kata Jangan Pada Anak

Pakar Psikologi Pendidikan dari Universitas Nusa Cendana- Kupang, Ben Labre menjelaskan, anak-anak harus selalu diberi kebebasan untuk bermain. Saat bermain, anak-anak dapat mengembangkan, mengungkapkan pikiran, perasan dan berkreasi sehingga sel-sel yang berada di otaknya akan berkembang maksimal.

Tayang:

POS KUPANG.COM --- BIARKANLAH anak bermain dengan sesuka hati. Biarkan anak melakukan yang disukai. Orangtua tentunya hanya mengawas  anak-anak saat bermain.

Pakar Psikologi Pendidikan dari Universitas Nusa Cendana- Kupang,  Ben Labre menjelaskan, anak-anak harus selalu diberi kebebasan untuk bermain. Saat bermain, anak-anak dapat mengembangkan, mengungkapkan pikiran, perasan dan berkreasi sehingga sel-sel yang berada di otaknya akan berkembang maksimal.

Dan, saat anak-anak bermain jangan sering mengatakan pada anak kata "Jangan". Kata jangan tersebut hanya akan melemahkan semangat anak, bahkan anak menjadi kurang percaya diri untuk melakukan hal-hal baru.

"Kalau kita hanya dengan larangan dengan kata  jangan, jangan, jangan,  ya anak tidak akan berkembang. Itu yang saya lihat sangat lemah di kalangan orangtua maupun guru-guru. Bahkan sampai guru di sekolah selalu larang anak dengan kata jangan, selalu takut anak buat salah, padahal anak buat salah juga penting, karena orang belajar dari kesalahan," jelas di Taman Budaya NTT, belum lama ini

Menurutunya, kalau banyak larangan, maka anak  memiliki ketergantungan yang tinggi dengan orangtua atau orang lain.  "Anak menjadi kurang percaya diri, kurang inisiatif, ini contoh psikologisnya. Tanggung jawabnya juga kurang karena selalu dilarang," jelasnya.

Orang tua yang over protektif dan selalu mengambil alih tugas anak juga menjadikan anak kurang percaya diri untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya menurut sang anak itu bisa dilakukan. "Contohnya ada pekerjaan yang bisa dilakukan anak tapi orang tua bilang, biar mama saja yang buat. Ya, anak tidak kreatif karena terlalu banyak over protektif," jelasnya.

Kekhawatiran orangtua terhadap anak-anak juga wajar, namun menurut Ben Labre tidak perlu berlebihan. "Anak-anak ini juga manusia hidup. Kalau diberi tahu, kalau diingatkan,  maka dia juga akan tidak terlalu berlebihan  menyimpang dari apa yang disampaikan oleh orangtua. Hanya penyampaian orangtua tadi harus positif," ujar Ban Labre.

Orang tua harus menghindari kata jangan atau selalu memberikan nilai postif kepada anak, bukannya  lebih banyak pernyataan negatif. "Pernyataan yang mendorong anak tidak kreatif, selalu bilang jangan nanti jatuh, jangan nanti pecah dan lain-lain, padahal itu tidak benar," jelasnya.

Orang tua yang baik tentu ingin melihat buah hati mereka bertumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas. Maka biarkan akan-akan bereksplorasi dan berimajinasi sesuai kehendak mereka. Peran orangtua hanya mengawasi saja.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved