Selasa, 9 Juni 2026

Biarkan Anak Bereksplorasi dalam Bermain

Kekhawatiran para orangtua tersebut wajar-wajar saja, sebab tentunya orangtua tidak ingin melihat anak-anak mereka terjatuh dan terluka atau sampai merusak benda-benda di sekitar bahkan melukai atau menyakiti teman-teman bermain.

Tayang:

POS KUPANG.COM, MELIHAT anak-anak bermain lincah tentu sangat menyenangkan orangtua. Namun, tidak sedikit orangtua yang sangat khawatir dengan perilaku anak-anak mereka.

Kekhawatiran para orangtua tersebut wajar-wajar saja, sebab tentunya orangtua tidak ingin melihat anak-anak mereka terjatuh dan terluka atau sampai merusak benda-benda di sekitar bahkan melukai atau menyakiti teman-teman bermain.

Sehingga sering para orangtua melarang anak-anak mereka bermain yang dianggap membahayakan diri, orang lain dan benda-benda di sekitarnya.

Namun secara secara tidak sadar, kekhawatiran para orangtua ini sebenarnya sudah ikut membatasi anak-anak dalam bermain dan menjadikan anak-anak tidak kreatif dan tidak memiliki daya inovatif. Sebab, bermain merupakan aktivitas eksploratif yang sedang dilakukan anak-anak sesuai dengan daya imajinasinya.

Pakar Psikologi Pendidikan dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Dra. Bendiktus  Labre, M.Psi, yang mengutip buku Bermain dan Anak yang ditulis Bernadetha M Usboko mengatakan, bermain suatu aktivitas yang langsung, spontan di mana seorang anak berinteraksi dengan orang lain, benda-benda di sekitarnya, dilakukan dengan senang (gembira), atas inisiatif sendiri, menggunakan daya khayal (imaginatif),  menggunakan panca indera, dan seluruh anggota tubuhnya.

Menurut Ben Labre, saat bermain, semua sel-sel otak anak bereaksi dan berkembang sehingga anak menjadi lebih cerdas dan kreatif. Dan, saat bermain sebenarnya sudah terjadi proses eksplorasi anak terhadap hal-hal yang ingin dicari tahu.

Pada anak usia hingga 8 tahun, membongkar mainan dan memasang kembali merupakan proses belajar sehingga tidaklah tepat bila orangtua melarang anak-anak yang membongkar mainan.

"Kalau ada mainan mobil-mobilan terus roda-rodanya dilepas kemudian dipasang lagi, ya orangtua jangan larang. Biarkan saja karena itu proses eksplorasi anak. Anak ingin mencari tahu tentang mekanika mobil itu. Biarkan anak-anak melakukan apa yang mereka kehendaki karena itu proses belajar," jelasn Ben Labre dalam sarasehan Guru dan Orang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang digelar UPT Taman Budaya di Aula Taman Budaya di Jalan Kejora Kupang, Senin (13/2/2012).

Menurutnya, anak bermain untuk memperoleh sesuatu dengan cara bereksplorasi dan bereksperimen tentang dunia di sekitarnya dalam rangka membangun pengetahuan diri sendiri (self knowledge). Bermain merupakan inisiatif anak atas keputusan anak dan dengan dukungan guru/orang dewasa             (scaffolding).

Yang perlu dilakukan orang tua dan atau guru yang terpenting bukan sabar tetapi adalah memahami anak yaitu anak sebagai individu yang unik, anak memiliki ritme perkembangan yang berbeda, anak sebagai pelaku utama, anak sebagai teman bekerjasama, anak sebagai komunikator, anak  perlu berkembang menjadi manusia yang mudah menyesuaikan diri (adaptable) dan memahami diri serta lingkungannya (understanding).

Ada tiga jenis mainan yang bisa membentuk anak yaitu main sensorimotor dimana anak main dengan benda untuk membangun persepsi.  Main peran di mana anak bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang sudah dimilikinya. Main pembangunan dimana anak bermain dengan benda untuk mewujudkan ide/gagasan yang dibangun dalam pikirannya menjadi sesuatu bentuk nyata.

Sementara fungsi bermain adalah membentuk aspek kemampuan manusia (human ability aspects) meliputi kognitif, bahasa, sosial, efektif dan psikomotor. Bermain juga membentuk aspek kemampuan fisik manusia
(human physical aspects) yang meliputi sembilan komponen kebugaran fisik yaitu kekuatan, ketahanan, daya ledak, kecepatan, keseimbangan, kelenturan, koordinasi
kelincahan dan ketepatan. Jadi, sebenarnya banyak manfaat saat anak-anak bermain.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved