Rabu, 10 Juni 2026

Pendidikan Dini Membentuk Karakter Anak

Pendidikan dini yang dilakukan secara baik dan benar akan membentuk daya berpikir dan karakter anak pada usia selanjutnya. Kesalahan yang dilakukan oleh orangtua dan guru akan menjadikan anak rendah diri dan sulit berkembang.

Tayang:

POS KUPANG.COM, KUPANG --- Pendidikan dini yang dilakukan secara baik dan benar akan membentuk daya berpikir dan karakter anak pada usia selanjutnya. Kesalahan yang dilakukan oleh orangtua dan guru akan menjadikan anak rendah diri dan sulit berkembang.

Demikan benang merah seminar bertajuk Pencerahan Bagi Pendidik dan Orangtua yang digelar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPT) Taman Budaya Nusa Tenggara Timur (NTT)  di Gedung Teater Taman Budaya NTT, Jalan Kejora No. 1 Kupang, Senin (13/2/2012).

Tampil sebagai pembicara dalam seminar sehari ini adalah pakar psikologi pendidikan,  yang juga Ketua Forum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Drs. Benediktus Labre, M.Psi, dan Ketua Himpunan PAUDI NTT, John Ate. Seminar dihadiri para guru PAUD lingkup UPT Taman Budaya, para staf dan unsur pimpinan UPT Taman Budaya serta para orangtua.

Ben Labre dalam materinya menjelaskan, masih banyak kesalahan yang dilakukan oleh para pendidik PAUD dalam proses mengajar. Guru mengajar lebih mengutamakan agar anak- anak segera tahu, padahal pada usia PAUD, para siswa masih pada tahap mengenal dengan cara-cara bermain. Bahkan, murid SD kelas I juga masih pada tahap pengenalan huruf.

Kondisi ini sudah berlangsung lama dimana anak-anak dipaksa untuk tahu. Ia menjelaskan, metode belajar yang demikian harus diubah dengan pendekatan yang lebih baik dan mengajar sesuai tahap perkembangan usia anak.

Labre menjelaskan,  secara tidak langsung guru ikut membentuk mental anak. Karena otak anak saat berada di lingkungan PAUD  masih terus berkembang. Segala sesuatu yang diucapkan guru dalam proses pendidikan akan terekam dalam memori anak dan terbawa hingga dewasa,  sehingga proses pendidikan yang benar perlu dilakukan. "Mendidik anak PAUD bukan dengan kesadaran tetapi dengan memahami anak," jelasnya.

Labre mencontohkan banyak hal-hal kecil yang perlu diperhatikan, misalnya ucapan guru dan sikap guru saat mendidik. "Kalau anak datang terlambat, jangan dimarahi  tetapi disampaikan agar besok datang lebih pagi ya. Dan, saat anak  datang tidak terlambat harus diberi pujian. Hal-hal ini tentu akan diingat dan perlu berulang-ulang disampaikan," jelas Labre.

Kepala UPT Taman Budaya NTT, Dra. Yohana Lingu Lango dalam sambutannya ketika  membuka seminar mengatakan, sudah saatnya proses mendidik dilakukan dengan penuh kasih sayang.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved