A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Standar Penulisan Karya Ilmiah - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Pos Kupang

Standar Penulisan Karya Ilmiah

Senin, 13 Februari 2012 11:08 WITA

JUDUL tulisan ini diangkat dari berita di media ini bertajuk: "Nuh: Publikasi Makalah untuk Tekan Plagiarisme" yang isinya memberitakan tentang tiga alasan di balik dikeluarkannya surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 152/E/T/2012, tanggal 27 Januari 2012, yang mengatur publikasi karya ilmiah sebagai salah satu syarat lulus bagi mahasiswa S1, S2 dan S3: (1) menekan plagiarism, (2) mengembangkan keilmuan dan (3) mempercepat pengembangan keilmuan.  Karya ilmiah untuk program sarjana dimuat di jurnal nasional non-akreditasi, magister harus dimuat dalam jurnal nasional yang terakreditasi Dikti, sedangkan program doktor di jurnal internasional.

Dalam berita ini juga terbaca pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudyaan Muhammad Nuh: "Tulisan ilmiah itu sayang kalau tidak dipublikasi. Akan menjadi faktor penggali kalau produk itu dikemas dalam standar penulisan karya ilmiah dan dipublikasikan. Sehingga akan menjadi bola salju yang luar biasa, agar tidak ada yang mengulang suatu penelitian." (Pos Kupang, Selasa, 7 Februari 2012: 5). Tulisan ini mencoba memberikan gambaran umum standar penulisan suatu karya ilmiah yang dapat  diterbitkan di jurnal ilmiah manapun.

Pengertian dan Format Karya Ilmiah

Menurut Keputusan Menteri Negara Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999 tentang jabatan fungsional dosen dan angka kreditnya, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 Butir 9, karya ilmiah didefinisikan sebagai karya tulis ilmiah mengikuti kaidah, peraturan, dan jalan pikiran yang berlaku umum dalam ilmu pengetahuan serta memberikan sumbangan ilmiah pada khazanah ilmu pengetahuan di bidang keilmuan masing-masing.  Karya  ilmiah yang memenuhi syarat untuk diterima (accepted) dan dipublikasikan dalam berbagai jurnal  nasional maupun internasional memiliki format tersendiri yang harus diikuti oleh setiap penulis naskah.

Pada umumnya, terdapat dua format penulisan karya ilmiah yang sudah baku, yaitu Format Alkitab dan Format Piramida Jurnalistik.  Format Alkitab dimulai dari Kitab Kejadian (Genesis) dan berakhir pada Kitab Wahyu (Revelations). Format ini digunakan untuk mengantar pembaca menelusuri satu per satu sub-bagian pokok dari suatu karya ilmiah yang berawal dari judul tulisan (Title) sampai berakhir pada intinya di sub-bagian diskusi/pembahasan (Discussion).

Format Alkitab banyak digunakan dalam prosiding/buletin/jurnal ilmiah yang menerbitkan karya ilmiah. Pada umumnya, Format Alkitab atau telah dikenal dengan Format IMRAD (Introduction, Methods, Results, And Discussion), atau penulis dalam bukunya: "Pedoman Penulisan Artikel di Rubrik Opini dan Karya Ilmiah di Jurnal Ilmiah" telah menyingkatnya menjadi JELAS DALAM HIDUP SIAP (Henuk, 2005: 22), merupakan format sederhana dan sangat logis dalam melaporkan suatu hasil penelitian di jurnal nasional maupun internasional. Sudah diketahui umum, bahwa format ini sudah merupakan format baku yang banyak digunakan dalam penulisan karya ilmiah dalam rangka kegiatan ilmiah apapun dan penerbitan jurnal ilmiah di manapun. Format ini juga telah banyak digunakan dalam penulisan karya ilmiah untuk mendapatkan gelar akademik: skripsi (S1), tesis (S2), dan disertasi (S3). Sedangkan, Format Piramida Jurnalistik justru pembaca langsung diantar pada inti tulisan lewat dimunculkan duluan berita yang paling penting (the most important point). Kemudian disusul dengan berita-berita pelengkap lainnya. Sesuai dengan namanya, format ini banyak digunakan di dunia jurnalistik (persuratkabaran) dalam melaporkan karya  reportase di media massa, seperti koran dan majalah.

Kerangka Karya Ilmiah

Bagian pokok suatu karya  ilmiah yang baik, panjang ataupun pendek tulisannya, pada prinsipnya selalu terdiri dari tiga bagian utama seperti 'Model UUD'45', yaitu bagian pembukaan, bagian batang tubuh atau isi, dan bagian penutup. Pada umumnya, bagian pembukaan terdiri dari: (a) judul tulisan-pokok bahasan apa yang ditulis?;  (b) nama penulis dan tempat kerjanya - siapa dan di mana alamat kerja penulis?; dan (c) abstrak/ringkasan - bagaimana uraian singkat dari  karya ilmiah?. Ketiganya penulis  singkat berdasarkan urutan huruf-huruf  di awal, tengah maupun akhir menjadi JELAS. Bagian isi terdiri atas: (a) pendahuluan - masalah apa yang diteliti? atau mengapa penelitian dilakukan?; (b) bahan dan metode - bagaimana penelitian dilakukan?; (c) hasil - apa yang ditemukan?; (d) diskusi - apa arti hasil penemuan menurut interpretasi penulis?; dan (e) kesimpulan - hasil akhir apa yang paling penting dari penelitian? Kesemuanya disingkat dari pemilihan urutan huruf-huruf di awal, tengah dan akhir menjadi DALAM HIDUP. Begitu pula SIAP disingkat dari huruf-huruf pada bagian penutup: (a) ucapan terima kasih - siapa yang membantu dalam melaksanakan penelitian? dan (b) daftar pustaka - berapa banyak sumber bacaan yang digunakan?

JELAS

Pada bagian ini penulis harus memilih judul karya ilmiah yang tepat, singkat dan menarik agar dapat memancing perhatian pembaca membaca lebih lanjut isi karya ilmiah. Jadi, isi suatu karya  ilmiah dapat dipahami oleh pembaca secara umum dari judulnya, walaupun judul suatu karya ilmiah hanya singkat saja sekitar 5-20 kata, termasuk di dalamnya kata-kata kunci (key words) yang biasa terurut 2-7 kata di bawah abstrak. Oleh karena itu, judul suatu karya ilmiah yang sudah ada sejak awal bisa saja diubah oleh penulisnya pada saat proses penulisan terakhir (final draft) guna disesuaikan dengan isinya. Sesudah itu, penulisan nama penulis tanpa mencantumkan gelar akademik. Lalu diikuti oleh penulisan alamat tempat kerjanya, termasuk: nama jalan dan kode pos, nomor telepon/fax, mobile, dan e-mail (kalau ada). Setelah itu, penulisan abstrak dari karya ilmiah yang umumnya berisi uraian singkat (150-250 kata) tentang: tujuan umum dan skop penelitian; bahan dan metode yang digunakan ketika melaksanakan penelitian; hasil penelitian; kesimpulan utama; dan implikasi praktis dari hasil penelitian.

Pada umumnya, para pembaca jurnal ilmiah dimana pun selalu membaca terlebih dahulu JELAS dalam bagian pembukaan dibandingkan dengan bagian isi dan penutup (DALAM HIDUP SIAP). Bahkan pada kebanyakan jurnal ilmiah, jumlah pembaca lebih banyak pada bagian ini dibandingkan dengan kedua bagian yang lain dari suatu karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal ilmiah, baik jurnal nasional non-akreditasi, nasional berakreditasi, maupun jurnal internasional.

DALAM HIDUP SIAP
Bagian ini berisi penjelasan lanjutan dari bagian pembukaan, khususnya abstrak yang tentu jawaban masing-masingnya disesuaikan dengan pertanyaan yang ada pada masing-masing sub-bagian tersebut di atas. Khusus sub-bagian pendahuluan, penulis harus menjawab pertanyaannya sebaik mungkin ditambah mengangkat masalah pokok yang akan diteliti yang didukung dengan pustaka. Kemudian, dimunculkan adanya kekurangan yang  dalam pustaka yang digunakan, sehingga memungkinkan dilakukan lagi penelitian yang akan diteliti. Lalu disusul dengan penulisan tujuan-tujuan dari penelitian yang diteliti, bahan dan metode penelitian, hasil dan diskusi/pembahasan serta kesimpulan. Sedangkan, SIAP merupakan singkatan dari kedua sub-bagian yang ada pada bagian penutup. Sub-bagian pertama berisi ucapan terima kasih dari penulis kepada semua individu atau badan/organisasi yang telah membantu terlaksananya penelitian hingga penulisan manuskrip, termasuk: badan penyandang dana penelitian, anggota pengumpul data, anggota penganalisis data, dan pengetik/pengoreksi manuskrip. Merujuk pada Pedoman Penulisan Naskah (Instruction to Authors/Contributors) yang biasa tersedia pada terbitan setiap jurnal ilmiah, suatu karya ilmiah pada SIAP umumnya memakai salah satu dari ketiga sistem penulisan daftar pustaka berikut: (1) Sistem Nama dan Tahun (Name and Year System = Harvard System); (2) Sistem Urutan Nomor (Order of Citation Number System = Vancouver System; dan (3) Sistem Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet and Number System). Singkatnya, standar penulisan suatu karya ilmiah yang dapat diterbitkan di jurnal ilmiah manapun harus mengikuti  format IMRAD (Introduction, Methods, Results, And Discussion), atau penulis telah menyingkatnya menjadi JELAS DALAM HIDUP SIAP. *
 

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
74193 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas