Televisi Masih Utamakan Darah dan Air Mata
Liputan televisi berita di Indonesia masih cenderung mengutamakan darah dan air mata. Kekerasan disajikan terus-menerus kepada publik.
POS KUPANG.COM, JAMBI --- Liputan televisi berita di Indonesia masih cenderung mengutamakan darah dan air mata. Kekerasan disajikan terus-menerus kepada publik.
Hal itu disampaikan Direktur Pemberitaan Metro TV, Suryopratomo dalam acara konvensi media massa nasional dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional di Jambi, Rabu (8/2/2012).
Menurut mantan Pemred Kompas ini, tayangan kekerasan tidak mendidik sehingga harus diminimalisir. "Jurnalisme televisi di Indonesia memang tergolong baru dan masih mencari bentuk. Kita terus mendorong agar penyiaran kita lebih mengedepankan empati saat meliput kasus-kasus kekerasan," kata Suryopratomo yang membedah topik etika penyiaran televisi.
Dia memberi contoh Stasiun televisi NHK Jepang yang tidak menayangkan mayat korban saat terjadi gempa bumi dan tsunami tahun lalu. Langkah yang sama dilakukan televisi BBC saat terjadi bom di Kota London.
"Kita di Indonesia televisi masih suka menayangkan hal-hal seperti itu," ujarnya.