Pagar Sekolah Dikunci, 7 Pelajar SMA Ramai-Ramai Main PS
Bermaksud membina kedisiplinan bagi para pelajar, ternyata membuka peluang bagi mereka untuk berkeliaran. Demikian terjadi dengan tata tertib penutupan gerbang sekolah di SMAK Saint Gabriel Maumere.
POS KUPANG.COM, MAUMERE --- Bermaksud membina kedisiplinan bagi para pelajar, ternyata membuka peluang bagi mereka untuk berkeliaran. Demikian terjadi dengan tata tertib penutupan gerbang sekolah di SMAK Saint Gabriel Maumere.
Karena terlambat masuk sekolah dan gerbang ditutup, tujuh pelajar dari sekolah tersebut Selasa (7/2/2012) siang ramai-ramai bermain Play Station (PS) di Jalan Kesehatan, Kelurahan Kota Baru.
Bersama dengan dua pelajar dari SMAK Yohanes XXIII, mereka pun terjaring Pol PP sedang bermain PS lalu digiring Pol PP ke Kantor Pol PP Sikka. Mereka diberi pembinaan dan membuat perjanjian agar tidak mengulang lagi perbuatan yang sama di kemudian hari.
"Mereka sudah berjanji tidak akan mengulang lagi perbuatan yang sama. Mereka juga tidak akan terlambat datang ke sekolah. Tidak lagi akan bermain PS pada jam sekolah," kata Kepala Satuan Pol PP Sikka, Minggus Dominikus ditemui FLoresStar di ruang kerjanya, Selasa (7/2/2012).
Beberapa pembinaan yang diberikan, kata Minggus di antaranya mengingatkan mereka betapa kesempatan belajar bagi mereka itu sangat terbatas. Orang tua yang bersusah payah mencari uang bagi ongkos sekolah, menjadi sorotan pembinaan bagi sembilan pelajar itu di kantor Pol PP.
Masih bagian dari pembinaan, kata Minggus, sembilan pelajar itu disuruh membersihakan halaman kantor POL PP. Tetapi ke depannya, kata Minggus, pelajar yang kedapatan berkeliaran tanpa alasan jelas pada jam sekolah akan diberikan pekerjaan membersihkan pasar di Kota Maumere.
Minggus menceritakan, SMAK Saint Gabriel Maumere menetapkan aturan supaya kunci sekolah dikunci. Siswa-siswi yang terlambat datang ke sekolah, mereka tidak diberi kesempatan untuk masuk ke sekolah.
"Jangan salahkah sekolah. Sekolah mau tingkatkan disiplin kepada anak-anak.Jangan salahkan pemerintah. Tetapi orang tua juga harus bertanggung jawab terhadap disiplin anak masuk sekolah," kata Minggus lagi.