Kamis, 11 Juni 2026

Pergi Pancing, Siswa SD Hanyut

POS-KUPANG.COM, BORONG --- Stefaninus Armin (13), salah seorang siswa sekolah dasar (SD) di Golo Pampa, Kelurahan Nanga Baras-Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), tewas terhanyut banjir, Minggu (29/1/2012), sekitar pukul 07.00 pagi.

Tayang:

POS-KUPANG.COM, BORONG --- Stefaninus Armin (13),  salah seorang siswa sekolah dasar (SD) di  Golo Pampa, Kelurahan Nanga Baras-Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), tewas terhanyut banjir, Minggu (29/1/2012), sekitar pukul 07.00 pagi.

Tiga temannya berhasil  menyelamatkan diri. Jasad korban ditemukan beberapa jam kemudian, sekitar ratusan meter dari tempat kejadian.

Sekretaris Camat (Sekcam) Sambi Rampas, Sarjudin Manjakari, yang dikonfirmasi Pos Kupang dari Borong ke Pota, Selasa (1/2/1012), membenarkan kejadian itu. Dia menjelaskan, pada hari naas itu empat siswa SD pergi memancing ikan di Wae Ramuk.

Dua orang teman, yakni Stefaninus Armin (13), dan Hogolinus Dolan (12) turun  ke pinggir kali lalu mulai mancing. Sementara dua teman lain berdiri tak jauh dari bibir sungai. Sebab mereka tidak memiliki alat pancing.  Mereka hanya pergi untuk menemani dua korban yang memiliki alat pancing.

Sarjudin menuturkan,  ketika sedang asyik memancing, tiba-tiba  banjir datang. Kedua korban yang sedang asyik memancing langsung terhanyut. Kemungkinan keduanya tidak menyadari datangnya banjir.

Sedangkan dua teman lain yang melihat kejadian itu langsung lari ke kampung memberi tahu orangtua korban.

Tak lama berselang orangtua korban bersama warga setempat menuju tempat kejadian dan langsung melakukan pencarian.

Dia menjelaskan,  proses pencarian berlangsung beberapa jam dengan menyusuri sungai itu. Namun proses pencarian mengalami kendala karena banjir sangat besar. Beberapa jam kemudian baru warga berhasil menemukan Hogolinus Dolan dalam kondisi hidup.

Korban hanya menderita luka-luka akibat benturan batu ketika terhanyut banjir. Sementara Stefaninus Armin ditemukan ratusan meter dari tempat kejadian dalam kondisi tak bernyawa.

Dua korban langsung dievakuasi. Korban selamat dibawa ke Puskesmas Pota untuk diobati. Sementara korban meninggal dunia disemayamkan di rumah duka. "Korban yang meninggal ditemukan beberapa jam setelah kejadian. Setelah semayam di rumah duka beberapa jam, dia langsung dikuburkan," katanya.

Sarjudin mengatakan, kejadian itu telah dilaporkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Matim di Borong. Dia mengimbau kepada para orangtua agar mengawasi anak-anaknya. Sebab kondisi saat ini rawan banjir akibat hujan yang terus mengguyur di pegunungan.

Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Timur, Frans Malas, S.Pt, membenarkan kejadian itu. Pemda telah memberi wae lu'u sebagai tanda belasungkawa terhadap korban dan orangtua korban.
 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved