Selasa, 9 Juni 2026

Kompas Gramedia, Refleksi Indonesia Mini

Grup Kompas Gramedia (KG) dengan unit-unit bisnisnya yang dimulai dengan berdirinya majalah Intisari pada tahun 1963 berkembang pesat hingga tahun 2012 ini.

Tayang:

POS KUPANG.COM, JAKARTA --- Grup Kompas Gramedia (KG) dengan unit-unit bisnisnya yang dimulai dengan berdirinya majalah Intisari pada tahun 1963 berkembang pesat hingga tahun 2012 ini.

Jika dulu Intisari dibentuk hanya oleh empat karyawan, sekitar 47 tahun kemudian jumlah karyawan Kompas Gramedia pun meningkat hingga 16.192 orang karyawan yang kini tersebar di 22 unit bisnis.

Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, mengaku tak pernah berhenti bersyukur akan semangat dan kemauan setiap karyawan dalam mengembangkan grup Kompas Gramedia. "Rasa syukur, syukur, dan syukur itulah yang muncul secara spontan setiap berhadapan dengan Anda dalam jumlah yang besar," tutur Jakob dalam acara Syukuran KG di Istora Senayan, Rabu (1/2/2012).

Jumlah yang besar ini, lanjutnya, menunjukkan kemauan untuk melanjutkan karya dan usaha bersama. Selain itu, Kompas Gramedia juga sudah berkembang menjadi lembaga yang menjadi refleksi semua suku bangsa dan agama yang ada di negeri ini. "Saya selalu mengatakan, grup kita ini sudah menjadi Indonesia mini. Ternyata Indonesia mini seperti ini bisa kita tunjukkan, bisa dikembangkan menjadi kemauan untuk maju bersama," ucap Jakob.

Jakob mengatakan, cita-cita Kompas Gramedia sejak dulu terbilang sederhana, yakni bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara serta membawa kesejahteraan bagi berbagai lapisan masyarakat melalui produk bisnis yang dibuatnya. Salah satu yang bisa mewujudkan itu adalah dengan bersikap kritis.

"Sikap kritis melalui media itulah yang menciptakan keadilan sosial. Disertai dengan pengorbanan kepada bangsa, maka kita amalkan pekerjaan kita dan karya kita kepada masyarakat," papar Jakob.

Sinergi secara internal dari berbagai lapisan stakeholder, kata Jakob, juga menjadi kekuatan tersendiri dalam mengembangkan grup Kompas Gramedia. "Beragam kekuatan dan beragam kelebihan ini menjadi kekuatan menggerakkan yang efektif dan efisien itulah sinergi. Sinergi yang saya hargai. Ingat karya dan pekerjaan adalah panggilan hidup," tandas Jakob.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved