Puisi Minggu Ini
Puisi-puisi Djho Izmail
Jaring Laba-laba Ungu
Ia pergi
Menangisi nasib dalam mimpi
Kembali ia
Menggantung bekal sejuta perlawanan
Mendung terik hujan
Sepoi berhembus
Ia kuat tak takut musim
Berteriak mengalahkan guntur
Berlari mendahului angin
Ia pergi tak kembali
Setelah terperangkap jaring
Laba-laba ungu beracun
Seribu lilin untuknya
Mengenang jasa
Bukan melanjutkan karyanya
Ia pergi tak kembali
Di subuh ketika hendak mengatur baris
300611
Gitar dan Sore yang Menyakitkan
Jariku seakan ditusuk jarum
Pedih sedikit di ujung telunjuk
Gitar ini terlalu sulit diketahui
Harus sakit tuk sebuah irama?
Lepaskan riang denganmu gitar
Percuma pengorbanan berlebihan
Hanya pedih di ujung jari
Pusing musik indah menyakitkan
Aku tulis puisi saja
Jemari tak sakit pun badan
Namun aku lupa kata terindah
Makna yang buat puisi indah
Sore ini memilukan lagi
Sakitnya pedih merembes
Bukan lagi soal gitar tua
Sakitnya dari yang lain
Aku terperangah saat semua ketawa
Mungkin cuma ejekan jangan sungguhan
Terlampau kudibuainya harapan
Padahal hanya pelipur lara
Pedih ini belum hilang
Bersama lebatnya hujan sore
Aku ini siapamu Tuhan
Hingga selalu sial dalam cinta
260211
Hasrat yang Menggema
Aku ingin menjadi sebuah hati
Paling tulus mencintaimu
Aku ingin menjadi sebuah harapan
Tempat sandaran bagimu
Sebab jiwa melemah tanpa dirimu
Karena jalan tak berujung tanpa hadirmu
Aku ingin kau berada bersama diriku
Aku ingin kau setia mendampingiku
Tanpamu hidupku tiada bermakna
Karena dirimu kebijaksanaan bagiku
Kau seperti pelita di malam kelam
Memanggilku pulang dengan kedip pelan
Bagaikan riakan anak sungai
Hanyutkan jiwaku pada lembah
Penuh kebijaksanaan kaya makna
Hanya dirimu membuatku tenang
Hanya dirimu tempat tujuan hidupku
Karena tanpamu
Bayanganku tak bergerak
Diam membeku bersama sunyinya malam