Oleh Sipri Seko
Geliat yang Menggelora
MERY Paijo tersenyum puas saat ke luar dari ruang kerja Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M,Si, beberapa waktu lalu. Mery bahagia, karena bersama lebih dari 50 atlet lainnya, mereka baru saja menerima bonus dari Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT atas prestasi yang telah diraih mereka selama tahun 2011.
MERY Paijo tersenyum puas saat ke luar dari ruang kerja Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, M,Si, beberapa waktu lalu. Mery bahagia, karena bersama lebih dari 50 atlet lainnya, mereka baru saja menerima bonus dari Pemerintah Propinsi (Pemprop) NTT atas prestasi yang telah diraih mereka selama tahun 2011.
Prestasi nasional dan internasional semua dihargai dengan bonus. Medali emas diberi Rp 2,5 juta, perak Rp 2 juta dan perunggu Rp 1,5 juta. Dari semua atlet yang menerima bonus, Mery adalah yang terbesar. Dia menjadi juara di Jatim Open, Pomnas, Test Event SEA Games dan event nasional lainnya. Mery yang kini menjadi PNS di Bidang Keolahragaan Dinas PPO NTT itu, tak banyak cakap atas penghargaan yang diterimanya, namun raut wajahnya menunjukkan kepuasan.
Di tahun 2011, ada sekitar 60 atlet NTT yang meraih prestasi nasional dan internasional. Dari cabang atletik, Oliva Sadi, Meri Paijo, Adriana Waru, Afriana Paijo, Elisabeth Nufninu, Hilda Soro, Carolina Ndange, Lia Sely, Nindy Tahik, Fani Dede, Ramli Nomleni, Samuel Lado. Cabang tinju, Deni Hitarihun, Jefri Hitarihun, Atris Neolaka, Sri Foes, Sandu Calvin, Marina Neolaka, Imaculata Loda, Winner Ballo, Jericho Ballo, Libertus Ga, Charles Tungga, Abniel Daniel, Yeskial Lona, Inocensius Mau, Frengky Adoe, Weldi Mabilaka, Lucky Hari dan Rico Banabera.
Kempo, Ana Yunita Gelu, Rini Samol, Lili Mokos, Janeth Dethan, Nurhayati Alil, Melki Manipeni, Kristin Rajagukguk. Pencaksilat, Agatha Tresnawati, Adrianus Dae, Zainudin Hasan, Syahrir Rasid, Leosius Klau. Taekwondo, Dogenes Riwu, Jason Hornay, Rocky Lay, Adhi Sanda, Michael Papa, Agus Sentono. Sepaktakraw, Roslina Dida, Melani Lay, Mega, Eden Weo.
Dari nama-nama di atas, tujuh di antaranya, Deni Hitarihun (tinju), Oliva Sadi (atletik), Roslina Dida (takraw), Anna Yunita Gelu, Rini Samol, Janeth Detan dan Nurhayati Alil memperkuat Indonesia di SEA Games 2011 lalu. Dan, yang luar biasa adalah, semua atlet ini membawa pulang medali. Deni medali perunggu, Oliva malah dua medali perunggu dibawa pulang sedangkan Roslina Dida medali perak. Yang spektakuler adalah prestasi anak-anak kempo. Saat Yunita Gelu 'hanya' bisa merebut medali perak, Rini Samol, Janeth Dethan dan Nurhayati menyumbang medali emas bagi Indonesia.
Di SEA Games Palembang-Jakarta, November lalu, NTT juga menyumbang wasit David Radja (tinju), Ferdy Amatae (silat), Alfons Theodorus (kempo) dan Edu Penu Weo (takraw) adalah bukti bahwa kualitas wasit NTT sudah mendunia. NTT sudah berubah. NTT sudah lagi tak miskin prestasi. Bayangkan saja dengan daerah kaya lainnya yang atlet saja tidak ada yang memperkuat Indonesia, apalagi wasit. Prestasi ini mendapat pengakuan. Bonus berdatangan tak hanya dari pusat, tetapi juga dari daerah. Prestasi besar, tantangan ke depan juga makin berat.
Hasil yang diraih di tahun 2011 ini menjadi catatan bagus untuk mengawali tahun 2012. Agenda utama tahun depan adalah PON XVIII 2012. Sarat makna, karena di sana harga diri daerah dipertaruhkan. NTT yang selalu datang dalam jumlah kecil, selalu pulang dengan prestasi spektakuler. Tantangan ini berat, apalagi KONI NTT sudah bertekad untuk memecahkan rekor PON XVI 2004, saat merebut delapan medali emas, empat perak dan empat perunggu.
Saat ini, sudah ada 64 atlet NTT yang memastikan tiket PON XVIII 2012. Jumlah ini belum ditambah pencaksilat yang baru akan mengikuti kualifikasi di Denpasar, Bali, 13-17 Januari 2012. KONI NTT sudah meloloskan atlet di cabang tinju (8), atletik (7), kempo (15), taekwondo (4), sepaktakraw (10) dan karate (4). Prestasi ini makin manis kalah tarung derajat juga berhasil meloloskan satu atletnya. Dan, jangan lupa dengan prestasi gemilang tim futsal NTT yang menjadi olahraga beregu kedua setelah sepaktakraw yang lolos.
Jumlah ini menjadi yang terbesar dalam sejarah keikutsertaan NTT di PON. Paling tinggi adalah tahun 2008 lalu NTT membawa 46 atlet. Di PON XVI 2004 saat NTT merebut prestasi tertinggi dalam sejarahnya di PON, NTT membawa 36 atlet. Artinya, dengan tambahan jumlah atlet ini, target meraih prestasi lebih tinggi harusnya jadi harga mati. (bersambung)