POS KUPANG.COM, ENDE – Deklarasi Ikatan Seniman Ende Lio (ISEL) di penghujung tahun 2011 menunjukkan kesiapan memasuki babak baru dalam kehidupan seni budaya di Kabupaten Ende di atas landasan utama keberasamaan dan solidaritas guna menciptakan ruang serta mendorong kreativitas membangun karakter seni yang lebih berkualitas.
Demikian Wakil Bupati (Wabup) Ende, Drs. Ahmad Mochdar dalam sambutannya ketika meneguhkan sekaligus meresmikan deklarasi terbentuknya ISEL di halaman Sa’o Wisata Ende, Sabtu (17/12/2011) malam. Hadir dalam acara itu, Ketua DPRD Kabupaten Ende, Ir. Marselinus YW Petu, Kapolres Ende, Musni Arifin, SIK, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende, Nyo Kosmas, S.H, sesepuh seniman Ende Lio, Jakobus Ari, para seniman, budayawan Ende Lio serta undangan lainnya.
Meskipun hujan mengguyur Kota Ende dan sekitarnya, acara deklarasi ISEL berlangsung meriah hingga pukul 24.00 Wita. Warga masayarakat Kota Ende sungguh terhibur lewat pementasan seni budaya Ende Lio dari ISEL. “Malam deklarasi ini kita diberi hujan, ini suatu rahmat, suatu pertanda kehadiran lembaga ini mendapat restu dari Tuhan. Dengan restu Tuhan mudah-mudahan ISEL berlanjut sampai kapan pun,” kata Wabup Mochdar.
Wabup mengatakan, karya seni sebagai bagian dari industri kreatif bersifat melampaui sekat wilayah, bangsa dan budaya. Pembentukan ISEL selain sebagai wadah seniman di Kabupaten Ende untuk mengembangkan keahlian dan potensi seni mereka yang memberikan keuntungan sosial dan ekonomi, juga merupakan mitra pemerintah dalam membangun pariwisata dan budaya. “Saya harapkan ISEL menjadi pilar budaya dan pariwisata Ende,” kata Mochdar.
Jangan Takut
Ketua DPRD Kabupaten Ende, Ir. Marselinus YW Petu mengharapkan para seniman Ende Lio jangan takut berekspresi. “Seniman jangan takut. Kalau kita masih takut berarti kita tidak berani menunjukkan eksisistensi kita,” kata Marsel Petu disambut aplaus meriah.
Menurut Marsel Petu, para seniman Ende Lio telah memberikan kontribusi yang luar biasa terhadap daerah ini lewat karya mereka baik di bidang seni musik, lagu, tarian dan sebagaianya. “Sya tahu betul mereka telah memberikan banyak untuk daerah ini. Mereka telah memberikan kenikmatan bagi daerah ini. Mereka menghibur masyarakat di manapun di Kabupaten Ende,” katanya.
Marsel Petu juga mengharapkan para seniman yang tergabung dalam wadah ISEL menjadi pilar pembangunan pariwisata di Kabupaten Ende. “Kita lihat perkembangan pariwisata bergerak dari barat ke Timur. Dari Bali, Lombok terus ke Labuan Bajo. Saya yakin dalam waktu tidak lama lagi akan bergerak ke Kabupaten Ende. Dan kita harus siap menyambut itu. Saya percaya bahwa ISEL inilah menjadi penyanggah utama pariwisata Ende,” katanya.
Dia meminta para seniman dan budayawan tetap mempertahankan nilai seni budaya Ende Lio meskipun ada modifikasi sebagai akibat logis dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Harapan saya selaku ketua DPRDKabupaten Ende agar para seniman ini benar-benar bersatu. Saya ucapkan selamat kepada ISEL semoga tetap jaya,” demikian Marsel Petu.
Sementara Ketua ISEL, Hendryk L Rodja Chynde mengatakan, deklarasi ISEL memiliki makna mendalam yakni agar para seniman Ende Lio tidak lagi menjadi anak terlantar di tanah airnya sendiri, tidak menjadi anak yatim piatu di daerah asalnya sendiri.
“Bapak Wakil Bupati, dalam perayaan Hari Kemerdekaan RI bulan Agustus tahun depan, pemerintah daerah jangan hanya memberikan penghargaan kepada penjasa di bidang lain tetapi berikan juga para seniman dan budayawan daerah Ende Lio,” kata Hendryk.
Deklarasi diawali kata sapaan adat dari Sekretaris ISEL, Moses Wara yang diikuti semua pengurus ISEL dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh Ketua ISEL, Hendryk L Rodja Chynde. Setelah deklarasi, ISEL menampilkan berbagai atraksi yang menghibur penonton dan undangan. (cc/osi)