Rabu, 10 Juni 2026

15.216 Warga Lembata Positif Malaria

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Sepanjang tahun 2011, sebanyak 41.745 dari sekitar 120 ribu atau sekitar 34,78 persen penduduk Kabupaten Lembata mengidap penyakit malaria.

Tayang:

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Sepanjang tahun 2011, sebanyak 41.745 dari sekitar 120 ribu atau sekitar 34,78 persen penduduk Kabupaten Lembata mengidap penyakit malaria. Dari jumlah tersebut, 15.216 dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan laboratorium, dan 26.529 diketahui berdasarkan gejala klinis (tanpa pemeriksaan laboratorium).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Johni Laoh, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), dr. Rahmi Syam kepada Pos Kupang, Senin (7/11/2011), mengatakan, Kabupaten Lembata merupakan daerah endemik malaria karena sebagian besar pemukiman penduduk terletak di daerah pantai dan banyak air yang merupakan habitat nyamuk.
“Data ini terhitung Januari 2011 hingga September 2011. Kasus paling banyak terjadi di bulan Februari dan bulan April atau akhir musim penghujan,” jelasnya.

Tingginya angka penderita penyakit malaria di Lembata memaksa pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan melakukan intervensi. Intervensi dimaksud, demikian dr. Rahmi, melalui pembagian kelambu yang merupakan bantuan dari Global Fund.
Dijelaskannya, di tahun 2011 ini ada sekitar 4.335 buah kelambu yang dibantu oleh Global Fund. Dari jumlah ini, 2.714 buah kelambu sudah dibagikan dan yang tersisa 1.621 yang akan dibagi lagi.

Dia juga menambahkan, untuk memberantas penyakit malaria ada tiga komponen yang harus diperhatikan, antara lain lingkungan, nyamuk dan manusia. “Lingkungan harus bersih dari tempat nyamuk berkembang biak dan manusia yang menderita harus minum obat sampai tuntas,” tegasnya. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved