Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Beritakan Kabar Baik ke Seluruh Penjuru

POS-KUPANG.COM, OELAMASI --- Beritakanlah kabar baik dan damai sejahtera ke seluruh penjuru kota, desa, dan dimana pun kita berada agar Tuhan Yesus dipermuliakan di bumi dan di surga.

Tayang:

POS-KUPANG.COM, OELAMASI --- Beritakanlah kabar baik dan damai sejahtera ke seluruh penjuru kota, desa, dan dimana pun kita berada agar Tuhan Yesus dipermuliakan di bumi dan di surga.

Pesan itu disampaikan Pdt. Mess Beeh kepada para pengurus Majelis Sinode GMIT periode 2011-2015 beserta seluruh pendeta, penatua, diaken, pengajar, dalam kotbahnya pada Ibadah Penutupan Sidang Sinode GMIT ke-32 di Jemaat Elim Naibonat, Kabupaten Kupang, Minggu (2/10/2011) petang.

Pdt. Mess mengatakan, kehormatan pembawa kabar baik tidak terletak pada jabatannya tapi dari kabar baik itu sendiri. Kabar baik akan melekat pada dirinya sendiri, kehidupan dan integritas hidup dari pembawa kabar baik.

Pembawa kabar baik akan dikenang pada jejak kakinya. Betapa indah jejak kaki pembawa kabar baik, jika jejak kakinya saat datang dan pergi  selalu membawa kabar baik bagi orang banyak.

“Pejabat pelayanan dihormati bukan karena atribut pangkat, gelar, titel S (sarjana), tapi karena integritas hidupnya selalu membawa kabar baik. Yang terhormat adalah kabar baik, injil firman Tuhan yang diberitakan,” kata Pdt Mess.

Dicontohkannya, Alm  Bapak Doko, Roberth Riwu Kaho, Pdt Fobia dan lainnya. “Dahulu pengurus GMIT belum ada gelar S, tapi mereka tidak comel mengatakan ini jemaat air mata atau ini jemaat mata air. Hal ini yang harus kita wariskan dari generasi ke generasi,” kata Pdt. Mess.

Menurut Pdt. Mess, sebanyak 15 juta warga GMIT yang beribadat dalam 2.000 mata jemaat dan dilayani lebih dari seribu pendeta, merupakan aset  terbesar di NTT, minus Sumba, Sumbawa dan Batam. Ini jadi kekuatan GMIT untuk menyampailan khabar baik dan damai sejahtera ke seluruh penjuru.

Mewartakan kabar baik, kata Pdt. Mess,  bukan perkara gampang. Ada pengalaman manis, asam, pahit seperti yang dialami selama sidang sinode. Ini membuktilan tidak ada yang sempurnah.

“Dalam kesadaran ini, mari kita perbaharui dan perkuat komitmen dan integritas kita sebagai pembawa kabar baik, supaya roh Tuhan selalu ada di atas kita,” kata Pdt. Mess.

Setelah 12 hari dalam sidang kini akan kembali ke wilayah masing-masing untuk menyampaikan kabar baik. Bunyikan kabar baik di Gunung mutis, Abui, Timau. Bunyikan di Desa Betun, Oekam, Sumlili, Ledemanu, Aimere, Lalau. Bunyikan di Kota Kupang, maumere, Atambua, Kalabahi. Bunyikan di pulau kecil, Semau, Raijua, Pora, dan bunyilan ke seluruh wilayah pelayanan GMIT.

“Dengan kekuatan ini GMIT bisa memainkan peranan penting di kawasan ini. Dengan visi dan misinya mengharuskan GMIT bukan menjadi ekor, tapi GMIT harus menjadi kepala dalam mewartakan kabar baik dan damai sejahtera,” ujarnya. Empat tahun mendatang, Sidang Sinode GMIT ke-33 akan berlangsung di Sabu Raijua.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved