Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Sipri Seko
16 Tim Ikut Futsal Lintas Agama
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 16 tim dipastikan akan mengikuti turnamen futsal lintas agama Pemuda GMIT 2011 yang digelar pemuda GMIT Nazareth Oesapa Selatan, Kota Kupang. Peserta turnamen tersebut mewakili rumah ibadat masing-masing.
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 16 tim dipastikan akan mengikuti turnamen futsal lintas agama Pemuda GMIT 2011 yang digelar pemuda GMIT Nazareth Oesapa Selatan, Kota Kupang. Peserta turnamen tersebut mewakili rumah ibadat masing-masing.
Ketua Panitia, Stefanus Miramangi, saat pertemuan teknis di gedung jemaat GMIT Nazareth Oesapa Selatan, Rabu (27/7/2011), mengatakan, peserta berasal dari rumah ibadat lintas agama yang ada di Timor Barat. Menurutnya, event tersebut akan digelar di GOR Flobamora, Kupang 29 Juli sampai 7 Agustus 2011.
"Ada 16 tim yang terdaftar. Turnamen ini tidak sekadar untuk prestasi atau juara tetapi lebih dari itu untuk mempererat persaudaraan, kedamaian dan harmonisasi antar-pemuda lintas agama. Turnamen ini sebenarnya digelar untuk memeriahkan paskah dan pantekosta, namun karena volume penggunaan GOR yang selalu penuh, turnamen baru sekarang digelar," kata Stefanus.
Stefanus mengatakan, juara pertama akan menerima piala tetap, piala bergilir, medali emas, bonus Rp 7,5 juta dan satu set kostum tim. Juara kedua diberi Rp 5 juta, piala tetap, medali perak dan satu set kostum tim.
Juara ketiga menerima Rp 2,5 juta, piala tetap, medali perunggu dan satu set kostum tim. Peringkat empat menerima Rp 1 juta dan satu set kostum tim. Untuk peringkat lima dan seterusnya, menurut Stefanus, masing-masing akan diberi satu set kostum tim. Top skore dan pemain terbaik masing-masing akan di beri piala dan bonus Rp 500 ribu.
Pembahasan aturan permainan dan pertandingan dipandu komisi wasit BFD NTT, Muchlis Lapitonung dan Israel Yala. Muchlis dan Israel pada kesempatan tersebut menjelaskan tentang berbagai regulasi baru tentang futsal. Keduanya juga menegaskan tentang pentingnya setiap tim menjaga sportivitas dan fair play dan percaya kepada wasit yang akan memimpin dengan adil.
"Sekali lagi saya mau ingatkan kepada kita semua tentang tujuan dan makna dari event ini. Semua tentu ingin juara, namun harus diingat bahwa kita di lapangan mewakili rumah ibadah masing-masing. Untuk itu, persaudaraan, kedamaian dan harmonisasi harus tetap dijaga," kata Lapitonung.