Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Sipri Seko
Kompetensi Guru Penjasorkes Harus Ditingkatkan
PENDIDIKAN dan pelatihan terhadap guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) harus terus dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar kompetensi guru olahraga di NTT terus ditingkatkan. Demikian pesan Ketua MGMP Penjasorkes NTT, Frans Sales, S.Pd, saat penutuhan pelatihan bagi guru Penjasorkes dari 21 kabupaten/kota di NTT di GOR Flobamora Kupang, Sabtu (21/5/2011).
PENDIDIKAN dan pelatihan terhadap guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjasorkes) harus terus dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar kompetensi guru olahraga di NTT terus ditingkatkan. Demikian pesan Ketua MGMP Penjasorkes NTT, Frans Sales, S.Pd, saat penutuhan pelatihan bagi guru Penjasorkes dari 21 kabupaten/kota di NTT di GOR Flobamora Kupang, Sabtu (21/5/2011).
"Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan. Guru penjasorkes memang perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan sehingga nantinya kompetensi mereka bisa meningkat," kata Frans Sales.
Kepala UPT Pembinaan Olahraga Pelajar dan Mahasiswa serta Sarana Prasaraan, Dinas PPO NTT, Drs. Niko Ratulangi, saat menutup kegiatan tersebut, berharap para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperolehnya sesampai di daerahnya. Ia berharap guru penjasorkes dapat menjadi tulang punggung pembangunan di daerah.
"Guru penjasorkes harus bisa semua hal. Selain guru dia juga harus menjadi pelatih yang baik. Selama ini banyak pelatih yang bukan guru olahraga, padahal guru olahraga sangat paham tentang ilmu kepelatihan. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa membawa banyak manfaat," katanya.
Hadir pada saat penutupan, Ketua Panitia, Deni Sandy, S.H, Sekretaris Panitia, Djuaneng Juang, S.E dan undangan lainnya. Para pemateri dalam pelatihan ini adalah Dr. Jhoni Lumba, M.Pd (Unkris), Dra. Rambu Wasak (Unkris), Drs. Lukas M Boleng, M.Kes (Undana), Drs. Nurdin Badu, M.For (Undana), Drs. Niko Ratulangi (PPO NTT) dan Frans Sales, S.Pd (Ketua MGMP Penjasorkes NTT).