Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com. Kanis Lina bana
Pansus Beberkan Proyek Bermasalah
BORONG, Pos-Kupang.Com-Panitia khusus (Pansus) DPRD Manggarai Timur (Matim) membeberkan sejumlah proyek bermasalah di wilayah itu dalam sidang paripurna istimewa, Sabtu (30/4/2011). Proyek bermasalah tersebar di semua kecamatan.
BORONG, Pos-Kupang.Com-Panitia khusus (Pansus) DPRD Manggarai Timur (Matim) membeberkan sejumlah proyek bermasalah di wilayah itu dalam sidang paripurna istimewa, Sabtu (30/4/2011). Proyek bermasalah tersebar di semua kecamatan.
Paripurna dengan agenda khusus laporan kerja Pansus DPRD Matim dipimpin Wakil Ketua DPRD, Leonardus Santosa didampingi Willy Nurdin. Hadir Wakil Bupati Matim, Agas Andreas, SH, M.Hum. Turut hadir sejumlah jajaran SKPD lingkup Setda Matim, Ketua KPUD Matim, Bento Papur, SH.
Laporan kerja Pansus DPRD disampaikan anggota Dewan, Pius Padu dari Fraksi PDIP.
Padu merincikan, proyek yang ditengarai bermasalah di Kecamatan Elar ada 25 item. Proyek itu berupa peningkatan jalan, irigasi rumah medis, konstruksi bangunan pasar, puskesmas, rumah dokter dan rumah para medis.
Kecamatan Sambi Rampas 17 item berupa proyek peningkatan jalan, irigasi dan pustu. Khusus pembangunan irigasi ada yang sudah rusak akibat diterjang banjir.
Di Kecamatan Kota Komba 20 item, Borong 34 item proyek, Lamba Leda 20 item proyek dan Poco Rana 24 item proyek.
Menurut Pansus DPRD Matim, minimnya kuliatas proyek akibat pengawasan belum maksimal. Pansus DPRD Matim merekomendasikan agar pemerintah lebih ketat melakukan pengawasan sehingga kepercayaan pemerintah pusat tidak putus.
Menyikapi temuan pansus, Wakil Bupati Matim, Agas Andreas, yang dikonfirmasi Pos Kupang, Minggu (1/5/2011) mengaku temuan itu baik adanya dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. "Tentu akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku," tulis dalam sms kepada Pos Kupang
Wakil Ketua DPRD Matim, Willy Nurdin, mengatakan, terhadap temuan pansus akan disikapi lebih lanjut anggota dewan.
"Dewan akan sikapi lebih lanjut dalam agenda sidang ke depan," katanya.
Anggota dewan, Ricard Runggat dan Vinsen Aliman menambahkan, pemicu kualitas proyek tidak memadai akibat lemahnya pengawas dari eksekutif. Bahkan sejumlah proyek ada penyimpangan, misalnya PHO proyek yang belum selesai.(lyn)
Editor Ferry Ndoen