Laporan Jhon Taena
1.000 Jiwa Mengungsi
WAINGAPU, Pos-Kupang.Com - Hujan deras yang mengguyur daratan Sumba sepekan terakhir menyebabkan Bendung Kadumbul, Desa Kadumbul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, meluap. Sebanyak 36 kepala keluarga (KK) atau sekitar 215 jiwa warga desa setempat dan 244 KK atau sekitar 902 jiwa warga Desa Palakahembi mengungsi, Kamis (31/3/2011) malam.
WAINGAPU, Pos-Kupang.Com - Hujan deras yang mengguyur daratan Sumba sepekan terakhir menyebabkan Bendung Kadumbul, Desa Kadumbul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, meluap. Sebanyak 36 kepala keluarga (KK) atau sekitar 215 jiwa warga desa setempat dan 244 KK atau sekitar 902 jiwa warga Desa Palakahembi mengungsi, Kamis (31/3/2011) malam.
Pantauan Pos Kupang, Jumat (1/4/2011), pukul 10.00 - 14.00 Wita, warga di dua desa ini mengunggsi ke daerah yang aman luapan air bendung Kadumbul.
Selain itu, ratusan hektar sawah milik para petani di kedua desa yang siap panen hanyut disapu banjir.
Seperti disaksikan Pos Kupang, warga yang menjadi korban banjir luapan Bendung Kadumbul membersihkan rumah mereka yang terendam air bercampur lumpur. Selain itu, empat rumah lainnya terlihat rusak parah di Desa Palakahembi.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan
lima pemukiman warga hanyut terbawa banjir. Kelima rumah tersebut masing-masing di Desa Kadumbul satu unit dan empat lainnya di Desa Palakahembi. Sementara empat rumah yang rusak parah merupakan milik warga Desa Palakahembi.
Pemda Sumba Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama pihak Tagana berada di lokasi kejadian untuk membantu korban bencana. Kurang lebih empat truk berisi muatan bahan makanan disalurkan kepada warga.
Sekretaris Desa (Sekdes) Palakahembi, Martinus Pekunali, ditemui Kamis malam, mengatakan, Bendung
Kadumbul meluap Kamis (31/3/2011) malam, saat hujan lebat di daerah hulu sungai. Sementara di dua desa itu tidak ada hujan.
"Padahal kemarin kita di sini tidak hujan, tapi mungkin di gunung hujan sehingga kita mendapat banjir kiriman," katanya.
Dia menuturkan, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun padi milik petani di areal yang telah siap panen rusak. Selain itu, ternak dan harta benda milik warga banyak yang tidak bisa diselamatkan. "Tidak ada korban jiwa, tapi padi dan jagung serta ternak milik masyarakat banyak yang rusak dan
hilang," katanya.
Masih Mendata
Hal senada dikatakan Kepala Desa (Kades) Palakahembi, Meta Yiwa. Dia mengatakan, kerugian akibat bencana banjir saat ini belum diketahui pasti. Selain itu, tim dari pemerintah desa
setempat sejak Jum'at (1/4/2011) masih melakukan inventarisasi ke rumah warga untuk mengetahui kerugian yang disebabkan
bencana itu.
"Kalau padi rusak di sawah kerugian sekitar empat ratus juta, di luar harta benda di dalam rumah warga dan ternak warga," tandasnya.(ee)