Rabu, 10 Juni 2026

Disingkirkan Karena Payudara Besar

PARIS, POS KUPANG.Com - Walikota di sebuah kota kecil di Perancis menyingkirkan sebuah patung perempuan dari balai kota gara-gara payudaranya terlalu besar. Patung terakota Marianne -yang merupakan perwujudan perempuan tradisional Republik Perancis di Frigia- yang merupakan karya orisinal seorang seniman lokal, sudah dipasang sejak tahun 2007 di balai kota di Neuville-en-Ferrain, yang berpenduduk 10.000 orang.

Tayang:

PARIS, POS KUPANG.Com - Walikota di sebuah kota kecil di Perancis menyingkirkan sebuah patung perempuan dari balai kota gara-gara payudaranya terlalu besar. Patung terakota Marianne -yang merupakan perwujudan perempuan tradisional Republik Perancis di Frigia- yang merupakan karya orisinal seorang seniman lokal, sudah dipasang sejak tahun 2007 di balai kota di Neuville-en-Ferrain, yang berpenduduk 10.000 orang.

"(Patung) itu membuat orang bergosip," kata salah seorang karyawan balai kota.

Sang Walikota, Gerard Cordon, telah membujuk anggota dewan untuk menyetujui anggaran senilai 900 euro tahun ini guna membeli penggantinya, sebuah patung yang lebih konvensional dari Marianne yang meniru model Perancis Laetitia Casta itu.

Seniman yang membuat patung yang ditolak itu, Catherine Lamacque, mengatakan, ia dengan sengaja membuat payudara dengan ukuran yang berlebih, "untuk melambangkan kemurahan hati Republik."

Pihak balai kota membeli patung terakota Lamacque tahun 2007 seharga 1.400 euro. "Walikota telah melihat patung itu di depan hidungnya selama beberapa tahun. Dia yang memilih itu dari beberapa desain lain bahkan sebelum saya membakarnya," kata Lamacque sebagaimana dikutip Telegraph, akhir pekan lalu. "Keputusannya absurd. Saya hanya berharap ia tidak menghancurkan patung tersebut."

Seorang pejabat balai kota yang lain berkata, ia menyesalkan penyingkiran pantung itu, yang dilakukan "bukan berdasarkan keputusan bersama, tetapi oleh walikota seorang diri. Itu karya yang unik. Marianne adalah sebuah simbol ibu." (kompas.com)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved