A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pejabat di Ende Sering Diteror - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Pos Kupang

Pejabat di Ende Sering Diteror

Sabtu, 2 April 2011 08:53 WITA

ENDE, Pos-Kupang.Com -- Para pejabat lingkup Setda Ende mulai dari Bupati Ende, Drs. Don Bosco Wangge, Sekda, Drs. Jos Ansar Rera, para asisten maupun staf ahli, sering mendapat teror lewat pesan singkat ataupun telepon. 

Isi SMS beragam, mulai dari ancaman masuk penjara karena terlibat korupsi, menjelek-jelekkan nama antara para pejabat dan ada juga yang minta uang.
Beberapa pejabat yang dikonfirmasi, Kamis (31/3/2011), membenarkan.

Sekda Ansar Rera mengatakan, dia mendapatkan informasi dari pejabat  lingkup Setda Ende bahwa ada yang membawa-bawa namanya untuk meminta uang.

"Iya benar pekan lalu pada saat saya berada di luar daerah saya mendapatkan info ada yang membawa-bawa nama saya untuk minta uang," kata Ansar Rera.

Dia meminta semua pejabat  atau siapa pun agar tidak melayani permintaan yang mengatasnamakan dirinya, dan selain itu setiap permintaan hendaknya dikonfirmasi lagi agar tidak tertipu oleh ulah oknum yang tidak bertanggungjawab.

Asisten III Setda Ende, Drs. Abdul  Syukur mengatakan, dirinya pernah mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku bernama Beni. Dalam percakapan itu yang bersangkutan mengaku seorang pejabat di BPK RI di Jakarta.

"Yang bersangkutan mengaku orang BPK bernama Beni dan dalam percakapan telepon dia mengatakan telah mengirimkan anak buahnya ke Ende untuk mengungkapkan kasus korupsi di Ende," tuturnya.

Abdul mengatakan, selain itu orang yang bernama Beni itu juga minta nomor telepon sejumlah pejabat di Ende baik yang masih aktif dan juga tidak. Diantaranya nomor telepon staf ahli yang kini menjadi Kadis Perhubungan, Abraham Badu.

Atas permintaan itu, ujar Abdul, dirinya tidak mengindahkan dan karena tidak diindahkan yang bersangkutan tidak menelepon lagi.

Masih dengan nomor telepon yang sama, ujar Abdul, orang yang mengaku sebagai orang BPK juga sempat mengirimkan SMS kepada bupati Ende dan dalam SMS itu yang bersangkutan menjelek-jelekan nama dia.

Sementara Abraham Badu mengatakan, dia juga mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai pastor Piter yang bertugas di Samarinda.
Dalam percakapan itu yang bersangkutan mengungkapkan kekecewaannya kepada Bupati Ende, Don Bosco Wangge  karena tidak mengirimkan uang tiket kepadanya. Uang itu menurut yang bersangkutan akan digunakan untuk membeli tiket bagi seorang ibu yang lumpuh untuk dibawa dari Samarinda menuju Ende.

Menurut Abraham, orang yang menelepon dirinya terkesan tidak jauh dari kota Ende karena suara telepon sangat jernih. Namun demikian dia tidak bisa memastikan siapa yang menelepon. (rom)
 

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas