A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Ruas Jalan Propinsi Akan di Hotmix - Pos Kupang
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Pos Kupang

Ruas Jalan Propinsi Akan di Hotmix

Selasa, 29 Maret 2011 14:01 WITA

BAJAWA, Pos-Kupang.Com -- Dua ruas jalan propinsi di Kabupaten Ngada akan diaspal dengan konstruksi hotmix pada tahun 2011. Kedua ruas jalan itu, yakni jalan jurusan Malanuza-Maumbawa dan jalan Bajawa-Poma-Mbora. Dana untuk kedua jalan ini sudah ditetapkan dalam APBD NTT.


Demikian anggota DPRD NTT, Petrus Rego Sole dan Angelia Mersi Piwung saat berkunjung di Desa Kezewea, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Kamis (24/3/2011).

Dihadapan masyarakat Desa Kezewea, Rego Sole mengatakan, Pemerintah Propinsi NTT telah mengalokasikan dana Rp 5,9 miliar untuk membangun ruas jalan propinsi yang ada di wilayah Kabupaten Ngada melalui dana APBD I tahun anggaran 2011.
Untuk ruas jalan Mataloko - Maumbawa akan di hotmix
sepanjang dua kilometer dengan total dana Rp 4 miliar.

Sedangkan ruas jalan Bajawa-Poma-Mboras akan diaspal sepanjang satu kilometer dengan dana Rp 1,9 miliar.
Dua anggota dewan ini mengatakan hal itu menjawab permintaan warga Desa Kezewea berkaitan perbaikan jalan propinsi jurusan Mataloko- Maumbawa yang rusak.

Sementara Angelina Mersi Piwung saat dialog dengan masyarakat Desa Kezewea mengungkapkan, ada beberapa jalan propinsi di Ngada yang harus dibiayai dengan dana APBD NTT. Namun jalan yang ada tidak bisa dibangun secara serempak dan tuntas karena keterbatasan dana.

"Ada begitu banyak ruas jalan propinsi yang tersebar di seluruh NTT sehingga dana yang ada harus dialokasikan ke daerah atau kabupaten lain karena masyarakat di kabupaten lain juga membutuhkan hal yang sama," tutur Piwung.

Dua anggota DPRD ini berharap agar masyarakat dapat membantu, misalnya menjaga jalan yang ada secara baik, sehingga dana yang dikuncurkan pemerintah dapat bermanfaat bagi masyarakat.

"Pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara serempak tapi pemerintah akan penuhi secara bertahap sesuai kondisi keuangan daerah," tegasnya.

Mersi mengatakan, anggota DPRD propinsi yang melakukan kunjungan kerja ke Ngada telah bertemu Wakil Bupati Ngada, Paulus Soliwoa untuk membicarakan masalah ruas jalan propinsi yang ada di Ngada.

"Ada gagasan agar jalan propinsi bisa dibangun oleh dua pemerintah daerah, baik pemerintah propinsi maupun pemerintah kabupaten dengan sistem sharing ana. Misalnya pemerintah propinsi buat pengaspalan jalan, sedangkan pemerintah kabupaten bisa membangun tembok penyokong. Bila tidak dibangun gagasan seperti ini maka akan membutuhkan waktu cukup lama untuk membangun jalan propinsi yang memilikis lintasan yang cukup panjang," ujar Mersi.

Kepala Desa (Kades) Kezewea, Aloysius Bate saat dialog mengungkapkan rasa kesalnya terkait kondisi jalan propinsi. Kades Aloysius minta agar sebelum dibangun pemerintah perlu melakukan desain secara baik karena ruas jalan propinsi Mataloko - Maumbawa yang dibangun tahun lalu saat ini sudah rusak berat. 

"Kami minta DPRD propinsi tingkatkan fungsi pengawasan," pinta Aloysius.

Usai dialog, dua anggota DPRD ini langsung meninjau Daerah Irigasi Zaa dan Dermaga Maumbawa selanjutnya  menuju Kecamatan Soa dan Kecamatan Riung. Mereka juga berkunjung ke Kabupaten  Nagekeo untuk memantau proyek propinsi yang dikerjakan pada tahun 2010. (hh)

Dana Pemeliharaan Minim

KEPALA Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PU NTT, Ir. Yosef Lewa, MT, melalui Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Ir. Dewi Pantoer, di ruang kerjanya, Senin (28/3/2011), mengaku alokasi dana penanganan pemeliharaan jalan dan jembatan pada ruas jalan propinsi  masih belum siginifikan dibandingkan dengan tingkat kerusakan yang terjadi.

"Kita tahun ini cuma dialokasikan dana pemeliharaan bidang jalan dan jembatan Rp 12 miliar  lebih. Jika dilihat angkanya  besar tapi sebEnarnya masih sangat minim untuk pemeliharaan jalan dan jembatan. Namun dengan keterbatasan dana yang ada kita akan melakukan penanganan pada ruas jalan yang benar- benar membutuhkan sentuhan pemeliharaan agar fungsi jalan pada lintasan tetap lancar dan tidak terganggu," jelasnya.

Dia mengaku dana dipakai selain untuk pemeliharaan rutin,   juga untuk perkuatan jembatan.

"Kalau sudah ada penanganan dari seksi pembangunan maka pemeliharaan tidak masuk lagi. Hal ini juga untuk asas pemerataan," jelas Dewi yang tahun sebelumnya pernah menjadi PPK pemeliharan jalan dan jembatan dana APBN. (fen)
 

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
59279 articles 14 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas