Oleh Dr. Jhoni Lumba, M.Pd
Pekan Olahraga Maluku 2011
SATU penghargaan dan kebanggaan bagi saya, Dr. Johni Lumba, M.Pd, dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi apda FKIP-UKAW Kupang yang diangkat menjadi Wakil Ketua Tim Evaluasi pada Pekan Olahraga Propinsi Maluku (POPMAL) II tahun 2011.
SATU penghargaan dan kebanggaan bagi saya, Dr. Johni Lumba, M.Pd, dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi apda FKIP-UKAW Kupang yang diangkat menjadi Wakil Ketua Tim Evaluasi pada Pekan Olahraga Propinsi Maluku (POPMAL) II tahun 2011.
Permintaan dari KONI Maluku tersebut merupakan sebuah kepercayaan sekaligus tanggungjawab untuk menentukkan sebuah proses penyelenggaraan pekan olahraga sampai pada penyelesaiannya seperti pelaksanaan dalam PON (simulasi kontingen PON Maluku) dalam menghadapi PON. Saya juga diberikan tanggungjawab untuk menetapkan kualifikasi atlet lapis I, II dan III dalam pra PON XVIII 2012.
Program KONI Maluku dengan menyelenggarakan POPMAL II ini adalah ajang untuk mencari atlet dalam rangka mengikuti pra PON dan persiapan PON XVIII 2012 di Pekanbaru, Riau, sehingga pola penyelenggaraan POPMAL II tahun 2011 menyerupai pelaksanaan PON yang sebenarnya. Cabang olahraga yang dipertandingkan di POPMAL II tahun 2011 terdiri dalam 16 cabang olahraga, dan 13 di antaranya adalah cabang olahraga yang bersifat individu. Hal ini dilaksanakan mengingat ini merupakan cabang olahraga yang diharapkan menyumbang medali pada PON adalah cabang olahraga yang bersifat individu sesuai dengan karakter orang Maluku.
Dari konsep seperti ini, sebenarnya karakter orang Maluku tidak jauh berbeda dengan orang NTT. Karena itu alangkah baiknya dalam proses persiapan atlet menuju kepada pra PON dan PON di Riau nanti, sebaiknya olahraga yang diprioritaskan adalah olahraga yang bersifat individu dan yang berkarakter sesuai dengan orang NTT. Budaya orang Maluku dengan kondisi geografi, topografi serta kehidupan sosialnya tidak berbeda jauh dengan orang NTT.
Pekan olahraga yang diselenggarakan di KONI Maluku didesain dengan beberapa cara yaitu: Pertama, program "Maluku Medali." Pekan olahraga ini dilaksanakan untuk persiapan PON XVIII tahun 2012 di Riau. Kedua, Popmal merupakan persiapan KONI Maluku, induk organisasi olahraga prestasi, atlet, wasit, pelatih dan pemerintah dalam menunjang dan membantu meningkatkan prestasi cabang olahraga yang diprediksikan dapat menambah jumlah perolehan medali pada PON XVIII 2012.
Jika kita melihat kondisi pelaksanaan olahraga di NTT seperti Pekan Olahraga Daratan dan Pekan Olahraga Propinsi (Porprop) NTT, dengan kondisi yang ada tentu kita memiliki angan-angan dan cita-cita untuk mengangkat harkat dan martabat provinsi NTT pada level nasional seperti PON. Hal ini sangatlah bisa. Tidak ada yang tidak bisa, dengan melibatkan semua stakholder (pelatih, atlet, orang tua atlet, pengelolah, pembina, akademisi, pengusaha dan pemerintah) tentu kita akan berbuat lebih baik lagi bagi daerah tercinta NTT. Prinsipnya, jangan takut dan marah untuk dikritik, sebab jika kita mau maju maka kritikan adalah salah satu motivasi untuk kita mengetahui apa kekurangan dan kelemahan kita.
Estimasi untuk cabang olahraga yang akan lolos PON melalui pra PON serta atlet yang akan memperoleh medali pada PON XVIII di Riau juga dapat diprediksikan. Hal ini bisa kita lakukan sejak sekarang. Semua semua kompenen duduk secara bersama untuk saling diskusi dan mau menerima saran dan kritikan maka kita akan mengetahui secara pasti cabang olahraga dan atlet yang akan memperoleh medali. Bahkan atlet atau cabang olahraga yang lolos Pra PON dan tidak memperoleh medalipun kita bisa tahu.
Dalam waktu dekat ini para atlet dari NTT akan mengikuti pra PON. Kita harus sepakat untuk duduk bersama membahas kekuatan tim NTT menuju event tersebut. Yang pasti untuk tahu apa yang akan kita dapati pada pra PON dan apa yang akan kita peroleh dalam PON XVIII di Riau nanti harus ditentukan dari sekarang. (Dosen UKAW Kupang)