Laporan Petrus Piter

LSM Kawal Tambang di Sumteng

WAIBAKUL, Pos-Kupang.com -- Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terhimpun dalam Forum Peduli Martabat Tanah Sumba (FPMTS) bertekad terus mengawal kegiatan tambang di wilayah Sumba Tengah agar alam Sumba Tengah beserta segala isinya dikelola secara baik, manusiawi dan tetap lestari.

WAIBAKUL, Pos-Kupang.com -- Lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang terhimpun dalam Forum Peduli Martabat Tanah Sumba (FPMTS) bertekad terus mengawal kegiatan tambang di wilayah Sumba Tengah agar alam Sumba Tengah beserta segala isinya dikelola secara baik, manusiawi dan tetap lestari.

Demikian harapan sekaligus penegasan Koordinator FPMTS, Pater Michael Keraf, dalam pernyataan penutup saat berdialog dengan Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Pateduk dan Wabup Umbu Dondu serta jajaranya di ruang kerja bupati, Rabu (15/12/2010).

FPMTS menilai, pertemuan forum dengan bupati dan wakil bupati serta Kadis Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Marthinus Djurumana, M.Si, Kabid Kehutanan, Umbu Djoka, S.Hut, M.Si, dan Kabag Ekonomi Setda Sumba Tengah, Franky Umbu Habil Hudang, S.E, M.Si  menjadi bahan pegangan forum dalam mengawal rencana penambangan di Sumba Tengah ke depan.

Mengawali pertemuan,  Pater Michael Keraf, menyampaikan bahwa momen ini penting untuk mendengar langsung suara pemerintah yang selama ini hanya terbaca melalui media massa. Momen ini penting agar bupati dan wabup Sumteng menerima pemikiran forum terkait rencana penambangan di Sumba Tengah maupun masukan lainnya terkait pembangunan di daerah ini  sekaligus  bisa lahir kesepahaman bersama untuk membangun daerah ini ke depan.   

FPMTS terdiri dari koordinator Pater Michael Keraf dengan anggota Yane Moy Malelak, Roni Malelak, Stef Segu, Amos Siwa Wunu, Umbu Manurara, Umbu Mehang, Umbu Sangaji, Unis Umbu Pada, Umbu Ndamu, Yohanis Balla Djawarai, Pater Wili, Pater Stev, Pelipus Yanggu, Vikaris Ferdinand Nggenggal, Mama Nety dan lainnya.

Dalam pertemuan itu, dua perwakilan, yakni Roni Malelak dan Yohanes Balla Djawarai  dipandu Pater Michael keraf, menyampaikan beberapa hal terkait rencana tambang di wilayah Sumba Tengah, yakni soal investasi ideal bagi ST, keterkaitan tiga Gerakan Moral dengan rencana tambang, serta alasan bupati memberikan rekomendasi untuk kegiatan tambang.

Juga, soal polemik tapal batas Taman Nasional (TN) Manupeu Tana Daru  menggunakan SK Menhutbun No 576, dan Pemda ST menggunakan penentuan tapal bersama masyarakat tahun 2003-2006 oleh Badan Planologi Denpasar- Bali, serta masalah  dalam kawasan dan luar kawasan taman nasional dan lainnya.
Bupati Sumba Tengah, Umbu Sappi Pateduk, dalam penjelasannya menegaskan, pemerintah Sumba tengah tidak memiliki niat menjual kemiskinan rakyat Sumba Tengah untuk kepentingan pribadi. Pemerintah memiliki komitmen bagaimana berjuang menyejahterakan rakyat Sumba Tengah. (pet)

Cari Tahu Kekayaan Perut Bumi
TERKAIT soal tambang, Bupati Sumba Tengah yang biasa disapa Umbu Bintang menegaskan komitmennya atas kegiatan yang tengah dilakukan PT Fathi Resources saat ini.

Dikatakannya, saat ini PT Fathi Resources tengah mengadakan kegiatan penyelidikan umum (eksplorasi) guna mencari tahu apakah ada atau tidak kekayaan tambang dalam perut bumi Sumba Tengah, seperti emas, mangan, uranium dan ikutannya.
Bila tahapan ini selesai dan menemukan adanya hasil kandungan bahan tambang, maka akan dilanjutkan  proses eksploitasi (penambangan). Namun langkah penambangan harus mengacu  pada ketentuan perundangan yang berlaku.

Misalnya, harus melalui kajian analisis mengenai dampak lingungan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH/Bapedalda) Sumba Tengah dan kajian lainnya. Jika ternyata kehadiran tambang membawa dampak buruk bagi masyarakat seperti bencana alam, bencana manusia dan lainnya, maka pemerintah dengan tegas menolaknya.

Bupati juga berencana membiayai tenaga ahli untuk meneliti keseluruhan kandungan tambang dalam tanah Sumba Tengah.
"Jangan sampai kita dikibuli, disebutkan ada emas, uranium dan mangan ternyata ada hasil ikutan lain yang sangat luar biasa. Pemeritah tidak mau dikibuli seperti daerah lainnya.
Untuk saat ini bupati minta agar segenap komponen masyarakat Sumba Tengah termasuk forum ini memberi kesempatan  kepada PT Fathi Resources mengadakan eksplorasi hingga tuntas," tegasnya.

Dia  juga meminta pemikiran kritis LSM tidak hanya terhadap tambang, tapi juga kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan lainnya.

Terhadap penjelasan pemerintah, FPMTS menyatakan menerima dan memahami kebijakan yang  diambil pemerintah sekarang dan berjanji akan kembali mendatangi Pemda Sumteng bila dalam perjalanan ternyata kegiatan pengelolaan kekayaan alam Sumba Tengah seperti soal tambang ini membawa dampak negatif bagi masyarakat di wilayah ini.  (pet)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved