Rabu, 10 Juni 2026

Oleh Sipri Seko

Tegang Kemudian Meleleh

KETEGANGAN pasti ada! Dan, hanya kesiapan matang yang bisa mengusir ketegangan saat menghadapi pertandingan penting dan menentukan.

Tayang:

KETEGANGAN pasti ada! Dan, hanya kesiapan matang yang bisa mengusir ketegangan saat menghadapi pertandingan penting dan menentukan.

Dalam kondisi tegang seperti ini, bagi mereka yang paham dengan olahraga pasti menggunakan berbagai cara untuk membuat para pemain, pelatih dan ofisial tenang agar siap menghadapi pertandingan. Rohaniawan, pakar olahraga, psikolog bahkan terkadang terapi seks juga disarankan untuk melelehkan ketegangan itu.

Mulai petang ini, Selasa (28/9/2010), babak kncok out atau perempatfinal yang menggunakan sistem gugur --kalah berarti tersingkir-- akan dimainkan. Bukan lagi saatnya untuk berspekulasi mogok lalu berharap bisa meraih poin di pertandingan berikutnya. Artinya, bermain total untuk meraih kemenangan harus dilakukan bila ingin meraih prestasi.

Dalam teori olahraga, kesiapan fisik dan psikis seorang atlet akan sangat berpengaruh pada penampilannya di arena permainan. Fisik yang sempurna akan dikuras untuk menguras ketegangan yang dialami. Artinya, belum bermain saja, fisik sudah dikuras. Kalau demikian, bila fisik atlet delapan tim perempatfinalis ini tidak sempurna, sebagus apapun skill yang dimiliki akan sangat berpengaruh dalam penampilannya.

Di sini, peran pelatih sangat penting. Kalau tahu bahwa fisik pemainnya tidak siap atau berada di bawah puncak, maka kesiapan mental harus diperhatikan. Bukan saatnya lagi berlatih untuk menaikkan kesiapan fisik  Dia hanya bisa meyakinkan anak-anak asuhannya agar tidak tegang dan gugup sehingga tidak ada fisik yang terkuras ke sana.

Keharusan memenangkan permainan membuat seorang pemain dalam hari-hari ini tidak hanya siap fisik untuk bermain 2x45 menit tetapi juga untuk tambahan 2x15 menit dan seterusnya. Kalau demikian, apakah tim yang fisik pemainnya paling siap yang akan lolos ke putaran berikutnya? Secara teori, bisa dibenarkan. Namun, faktor eksternal seperti psikis dan mental akan ikut berpengaruh.

Apa kesiapan fisik hanya berlaku untuk atlet? Tidak! Wasit juga perlu siap fisik. Dalam ilmu olahraga, seorang wasit harus memiliki kesiapan stamina/fisik (Vo2Max) minimal 60. Kalau di bawah angka itu, dalam teori olahraga disebutkan bahwa tidak ada jaminan seorang wasit akan memimpin dengan baik?

Lalu, apakah para wasit yang akan memimpin delapan partai tersisa ini sudah siap fisik? Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, sehari menjelang pembukaan turnamen ini, kepada wartawan di ruang kerjanya, mengatakan, dari 33 wasit yang direkomendasikan Pengprop PSSI, 17 di antaranya mengikuti penyegaran. Tak sempat ditanya, apa penyegaran aturan itu termasuk fisik atau tidak. Juga, tak ada jaminan bahwa sisa dari 17 wasit itu akan memimpin dengan baik. Tidak juga diketahui, apa mereka ada di antara wasit yang akan memimpin delapan sisa laga ini?


Ketegangan sedang mencapai puncaknya. Delapan tim tersisa punya cara masing-masing untuk membuatnya meleleh. Artinya, mereka tidak boleh bergantung pada orang lain. Bola itu bulat. Itu kata pepatah lama. Saat ini, siap siap dia yang akan memenangkan permainan.  Apa ada yang tahu cara membuat yang tegang ini meleleh? **

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved