Laporan Edy Bau
Tembok Penahan Wae Bobo Ambruk
BORONG, Pos Kupang.Com---Tembok penahan Sungai Wae Bobo yang dibangun pemerintah dalam rangka normalisasi kali ini, sudah ambruk. Padahal proyek yang menelan dana miliaran rupiah dari APBN ini baru dikerjakan tahun 2009 lalu.
BORONG, POS KUPANG.Com --Tembok penahan Sungai Wae Bobo yang dibangun pemerintah dalam rangka normalisasi kali ini, sudah ambruk. Padahal proyek yang menelan dana miliaran rupiah dari APBN ini baru dikerjakan tahun 2009 lalu.
Tembok penahan panjangnya hampir 500 meter dengan tinggi sekitar lima meter. Bagian yang ambruk sekitar sepanjang 50 meter dan yang retak sekitar 20 meter. Tembok penahan ini ambruk setelah hujan deras mengguyur wilayah Borong dan sekitarnya pada Rabu (22/9/2010).
Lasarus dan Dorman, warga Kota Borong yang tinggal di sekitar Kali Wae Bobo, saat ditemui, Kamis (23/9/2010), mengatakan, tembok penahan itu rubuh pada hari Rabu (22/9/2010) malam.
"Hujan cukup deras dan lama lalu banjir besar membuat tembok ini rubuh," kata Lasarus dan Dorman.
Ketua RT 08 Kelurahan Rana Loba, Ramadan Harun bersama warga lainnya, Gusti, Vendy dan Osin menyatakan kesangsiannya terhadap kualitas serta rancang bangun tembok penahan yang belum genap berumur satu tahun itu di kali ini. Menurut mereka, jika dilihat dari pecahan semen, diduga campurannya kurang bagus. Juga karena konstruksinya melawan hukum air. "Kerja ini tidak sesuai dengan hukum air. Di mana ada tikungan pasti akan terkikis. Mestinya pada posisi itu harus ada beton dan fondasinya harus lebih dalam," kata Harun.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Fransiskus Sinta dan Sekretaris Dinas PU Matim, Ir. Gregorius Ola Pelealu dihubungi Pos Kupang, Kamis (23/09/2010) mengatakan ambruknya tembok penahan dikategorikan bencana karena ambruk pada saat hujan deras mengguyur menimbulkan banjir besar.
Menurut Fransiskus, proyek ini dikerjakan dalam dua tahap. dimana tahap pertama masih ditangani Dinas PU Matim dan dikerjakan tahun 2009 oleh PT Bumi Cakra Persada. Sedangkan tahap kedua tahun 2010 dikerjakan perusahan yang sama namun sudah ditangani Badan PBD Matim dengan anggaran Rp 1,8 miliar.
"Kita prediksi kalau ini bencana alam karena sebelumnya ada hujan dan banjir besar. Kalau ada dana di BPBD, kita akan perbaiki atau akan diperjuangkan pada APBD perubahan. Kita akan koordinasikan dengan pak bupati," kata Pelealu.
Pantauan Pos Kupang, tembok penahan yang dibangun pada satu sisi Kali Wae Bobo ambruk 50-an meter dan retak 20 meter. Diduga selain kualitas kurang bagus, juga karena fondasi tidak dalam sehingga ketika dikikis air tembok menggantung berakibat ambruknya tembok kali ini. Tembok yang ambruk ikerjakan tahun 2009 lalu. (gg)