Selasa, 9 Juni 2026

Laporan Edy Bau

Tembok Penahan Wae Bobo Ambruk

BORONG, Pos Kupang.Com---Tembok penahan Sungai Wae Bobo yang dibangun pemerintah dalam rangka normalisasi kali ini, sudah ambruk. Padahal proyek yang menelan dana miliaran rupiah dari APBN ini baru dikerjakan tahun 2009 lalu.

Tayang:

BORONG, POS KUPANG.Com --Tembok penahan Sungai Wae Bobo yang dibangun pemerintah dalam rangka normalisasi kali ini, sudah ambruk. Padahal proyek yang menelan dana miliaran rupiah dari APBN ini baru dikerjakan tahun 2009 lalu.
 
Tembok penahan panjangnya hampir  500 meter dengan tinggi sekitar lima meter. Bagian yang ambruk sekitar   sepanjang  50 meter dan yang retak sekitar 20 meter. Tembok penahan ini ambruk setelah hujan deras mengguyur wilayah Borong dan sekitarnya pada Rabu (22/9/2010).

Lasarus dan Dorman, warga Kota Borong yang tinggal di sekitar Kali Wae Bobo, saat ditemui,  Kamis (23/9/2010), mengatakan, tembok penahan itu rubuh pada hari Rabu (22/9/2010) malam.

"Hujan cukup deras dan lama lalu banjir besar membuat tembok ini rubuh," kata Lasarus dan Dorman.
Ketua RT 08 Kelurahan Rana Loba, Ramadan Harun bersama warga lainnya, Gusti, Vendy dan Osin menyatakan kesangsiannya terhadap kualitas serta rancang bangun tembok penahan yang belum genap berumur satu tahun itu di kali ini. Menurut mereka, jika dilihat dari pecahan semen, diduga  campurannya kurang bagus. Juga karena konstruksinya melawan hukum air. "Kerja ini tidak sesuai dengan hukum air. Di mana ada tikungan pasti akan terkikis. Mestinya pada posisi itu harus ada beton dan fondasinya harus lebih dalam," kata Harun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim, Fransiskus Sinta dan Sekretaris Dinas PU Matim, Ir. Gregorius Ola Pelealu  dihubungi Pos Kupang, Kamis (23/09/2010) mengatakan ambruknya tembok penahan  dikategorikan bencana karena ambruk pada saat hujan deras mengguyur menimbulkan  banjir besar. 

Menurut Fransiskus, proyek ini dikerjakan dalam dua tahap. dimana tahap pertama masih ditangani Dinas PU Matim dan dikerjakan  tahun 2009 oleh PT Bumi Cakra Persada. Sedangkan tahap kedua  tahun 2010 dikerjakan perusahan yang sama   namun sudah ditangani Badan PBD Matim dengan anggaran Rp 1,8 miliar.

"Kita prediksi kalau ini bencana alam karena sebelumnya ada hujan dan banjir besar. Kalau ada dana di BPBD, kita akan perbaiki atau akan diperjuangkan pada APBD perubahan. Kita akan koordinasikan dengan pak bupati," kata Pelealu.

Pantauan Pos Kupang, tembok penahan yang dibangun pada satu sisi Kali Wae Bobo ambruk 50-an meter dan retak 20 meter. Diduga selain kualitas kurang bagus, juga karena fondasi tidak dalam sehingga ketika dikikis air tembok menggantung  berakibat ambruknya tembok kali ini. Tembok yang ambruk ikerjakan tahun 2009 lalu. (gg)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved